Kosmetik Hingga Sex Toys Senilai Rp 1,2 M Dimusnahkan Bea Cukai Yogya

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 12:27 WIB
Bea Cukai Yogyakarta musnahkan rokok hingga sex toys senilai Rp 1,2 miliar, Rabu (7/10/2020).
Pemusnahan ribuan barang di antaranya kosmetik dan sex toys tanpa dokumen di kantor Bea Cukai Yogyakarta, Rabu (7/10/2020). Foto: Istimewa
Yogyakarta -

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Yogyakarta memusnahkan ribuan barang tanpa dokumen. Barang-barang tersebut berupa rokok, kosmetik, alat elektronik hingga sex toys yang menjadi barang impor melalui Pos tanpa disertai dokumen.

Proses pemusnahan barang-barang dimaksud dilakukan berdasarkan 9 (sembilan) surat keputusan dari KPKNL Yogyakarta yaitu nomor: S-90/MK.06/WKN.OQIKNL.06/2020 tanggal 9 September 2020 s.d. S-98/MK.06NVKN.09/KNL.06/2020 tanggal 10 September 2020.

"Ada 2603 paket yang akan dimusnahkan dan telah dinyatakan sebagai barang milik negara pada tahun 2020. Termasuk di dalamnya ada banyak sekali jenis barang dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 1,2 miliar," kata Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (7/10/2020).

Berdasarkan data Bea Cukai Yogyakarta, barang yang dimusnahkan berupa produk-produk cukai yaitu rokok, vape, dan Minuman mengandung etil alkohol (MMEA) 18 paket, jam tangan 54 paket.

Selain itu terdapat handphone dan aksesoris sebanyak 43 paket, buku-buku, majalah,dan CD 40 paket. Alat kesehatan 54 paket, komputer dan aksesorisnya 47 paket, mainan 75 paket.

Kemudian, obat-obatan, makanan, dan kosmetik 1.127 paket, pakaian, pakaian bekas dan aksesorisnya 361 paket. Senjata tajam 74 paket, sex toys 458 paket, kamera dan aksesorisnya 18 paket.

Selanjutnya, spare parts kendaraan (mobil, motor, sepeda) dan spare parts bekas 104 paket, dan lain-lain 130 paket.

"Kami sudah mengerjakan tugas untuk mencegah barang-barang larangan dan pembatasan yang tidak sesuai dengan ketentuan atau tidak dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan. Bagi masyarakat yang ingin membeli atau mengimpor barang dari luar negeri, mohon pahami dulu aturannya dan penuhi kelengkapan dokumennya," jelasnya.

Barang-barang dimusnahkan dengan cara dihancurkan dan dibakar dengan tujuan merusak atau menghilangkan fungsi dan sifat awal barang sehingga tidak bisa dipergunakan.

Hengky menduga barang-barang yang masuk ke Indonesia tujuannya untuk dijual kembali. Negara asal barang itu beragam, seperti dari Tiongkok, Eropa dan Amerika.

"Beberapa kelihatannya untuk diperdagangkan. Negara asalnya macam-macam, Eropa, Tiongkok, Amerika. Paling banyak Tiongkok. Paling banyak itu obat, sex toys itu paling banyak," terangnya.

Ia pun menjelaskan ada barang-barang yang termasuk kategori barang yang dilarang, dibatasi, dan barang-barang yang memerlukan izin tertentu dari instansi terkait.

Pertama, alas kaki, elektronik, serta sepeda roda dua dan tiga memerlukan izin sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 68 tahun 2020.

"Kedua, obat, obat tradisional, obat kuasi, kosmetika, suplemen kesehatan, dan pangan olahan harus sesuai dengan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 15 Tahun 2020," jelasnya.

Ketiga, produk tertentu berupa pakaian paling banyak 10 potong per kiriman, elektronik paling banyak 2 unit, produk tertentu lainnya (makanan, minuman, obat tradisional, suplemen, kosmetik, alas kaki, mainan anak-anak) paling banyak senilai FOB USD 1.500.

"Jika lebih dari itu, maka harus dilengkapi izin dari Permendag nomor 87/M-DAG/PER/10/2015," jelasnya.

Keempat, buku, majalah, barang cetakan lainnya, cakram optik, dan barang lain yang mengandung unsur pornografi melanggar kesusilaan dilarang.

"Dasar Hukum UU No 44 tahun 2008 tentang pornografi, KUHP Pasal 282, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 35/MDAG/ER/3/2012 tentang Ketentuan Impor Mesin, Peralatan Mesin, Bahan Baku, dan Cakram Optik, beserta ketentuan lain yang berlaku," pungkasnya.

(sip/mbr)