Sanksi Razia Masker Buat Warga Luar Solo Jadi 2 Kali Lipat

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 21:24 WIB
Mural bertema waspada penyebaran virus Corona hiasi jalan di Solo. Lukisan itu dibuat agar para pengguna jalan mematuhi protokol kesehatan guna cegah COVID-19
Mural bertema waspada penyebaran virus Corona hiasi jalan di Solo. (Foto: Agung Mardika/detikcom)
Solo -

Pemkot Solo meningkatkan sanksi hingga dua kali lipat bagi warga luar daerah yang melanggar disiplin protokol kesehatan (prokes) virus Corona atau COVID-19. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyebut para pelanggar protokol kesehatan di wilayahnya mayoritas adalah warga luar daerah.

"Khusus warga KTP luar Solo, sanksi membersihkan sungai yang awalnya 15 menit, sekarang dua kali lipat jadi 30 menit," kata Rudy di Balai Kota, Selasa (29/9/2020).

Menurut Rudy, pihaknya menemukan fakta bahwa 60 persen pelanggar disiplin terutama pemakaian masker saat aktivitas di luar rumah adalah warga luar Solo. Diharapkan dengan peningkatan sanksi itu bisa membuat warga luar Solo semakin sadar akan pentingnya bermasker dengan benar.

"Datanya itu 60 persen warga luar Solo. Jadi kami minta warga luar Solo taat protokol kesehatan. Sanksi kita tambah biar semakin waspada," ujar Rudy.

Terpisah, Sekretaris Satpol PP Solo, Didik Anggono, mengatakan durasi sanksi 30 menit tersebut merupakan batas maksimal. Tim di lapangan bakal menentukan lamanya sanksi yang akan diberikan.

"Betul, nanti akan ditingkatkan 30 menit, tapi tetap nanti kita yang di lapangan yang menentukan. Kalau dirasa sudah cukup langsung kita selesaikan," kata Didik.

Sementara terkait sanksi berlipat ganda jika pelanggar mengulangi kesalahan, Didik juga memastikan masih berlaku. Namun dirinya belum menemukan pelanggar yang mengulang kesalahannya.

"Jadi yang luar kota nanti kalau kedapatan tidak pakai masker lagi berarti dua kali 30 menit. Tapi sampai sekarang 12 kali operasi, kami belum menemukan pelanggar yang pernah sebelumnya pernah disanksi," ujar Didik.

(rih/mbr)