Seorang Bocah Hanyut di Sungai Serayu Banjarnegara

Uje Hartono - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 20:57 WIB
Pencarian bocah korban hanyut di Sungai Serayu, Banjarnegara, Senin (28/9/2020).
Pencarian bocah korban hanyut di Sungai Serayu, Banjarnegara, Senin (28/9/2020). (Foto: Istimewa)
Banjarnegara -

Seorang bocah usia 8 tahun dilaporkan hanyut di Sungai Serayu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Bocah bernama Dimas, warga Desa Linggasari, Kecamatan Wanadadi, Banjarnegara hanyut saat tengah bermain bersama temannya.

Kejadian ini terjadi tepat di bawah jembatan gantung Kenteng-Tretek di Kelurahan Kenteng, Kecamatan Madukara siang tadi. Hingga saat ini, korban masih belum ditemukan.

Lurah Kenteng, Andri Sulistyo, mengatakan berdasarkan keterangan saksi mata, korban tengah bermain bersama empat orang temannya di Sungai Serayu. Namun saat tengah bermain, korban berenang terlalu ke tengah sungai hingga menyebabkan hanyut terbawa arus.

"Berdasarkan keterangan saksi mata salah satu warga Kenteng, ada lima anak kecil sedang bermain di pinggiran sungai sekitar pukul 13.30 WIB. Tapi korban berenang ke tengah yang mengakibatkan hanyut. Dari keterangan saksi mata, korban terlihat tidak bisa berenang," kata Andri saat dihubungi detikcom, Senin (28/9/2020).

Andri menuturkan keempat temannya yang melihat kejadian tersebut hanya bisa minta tolong. Kemudian, warga sekitar mengecek ke lokasi kejadian sebelum akhirnya melaporkan ke BPBD Banjarnegara.

"Setelah ada permintaan tolong, kemudian dicek ke lokasi kejadian. Kemudian dilakukan pencarian korban dengan menyusuri sungai menaiki perahu karet oleh tim SAR gabungan," jelasnya.

Menurut Andri, ada puluhan personel yang tergabung dalam tim SAR gabungan tersebut. Mulai dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas Pos Wonosobo, Linmas Kelurahan Kenteng, dan relawan lainnya.

"Pencarian korban dilakukan dengan menyisir sungai 500 meter dari lokasi kejadian," terangnya.

Namun, pencarian korban hingga pukul 17.30 WIB masih belum membuahkan hasil. Pencarian korban akan kembali dilakukan pada Selasa (29/9) besok.

"Pencarian korban akan kembali dilakukan besok. Mulai dari penyisiran hingga penyelaman oleh petugas," ujar Andri.

(rih/ams)