Kiai NU Klarifikasi Soal Kehadirannya di Acara Paslon Pilbup Semarang

Akbar Hari Mukti - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 18:51 WIB
Kiai NU di Kabupaten Semarang jumpa pers terkait kehadirannya dalam acara paslon Pilbup Semarang, Minggu (27/9/2020).
Jumpa pers terkait kehadiran sejumlah kiai NU di acara paslon Pilbup Semarang, Minggu (27/9/2020). Foto: (Akbar Hari Mukti/detikcom)
Kabupaten Semarang -

Sejumlah kiai Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang memberi klarifikasi terkait kehadirannya pada sebuah acara yang diadakan pasangan calon peserta Pilkada Kabupaten Semarang. Mereka mengungkap dalam undangan ditulis acara itu terkait pandemi virus Corona, tapi tak menyebut soal paslon Pilkada 2020.

"Kami mendapat undangan ada pertemuan membahas COVID-19 di Kabupaten Semarang, Kamis (24/9) kemarin. Sampai di sana ternyata kegiatan paslon," jelas KH Miftahudin.

Hal ini disampaikan Miftahudin yang merupakan Ketua MUI Kabupaten Semarang dalam jumpa pers klarifikasi yang digelar di posko PCNU Kabupaten Semarang, Desa Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Minggu (27/9/2020).

Miftahudin mengaku selain dirinya ada beberapa kiai sepuh yang ia kenal juga mendatangi kegiatan yang digelar di sebuah rumah makan di Kabupaten Semarang itu. Setelah ditanyai, mereka mengaku juga tak tahu bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan salah satu paslon di Pilkada Kabupaten Semarang 2020.

"Mereka tak menduga kegiatan tersebut ada paslonnya. Karena di undangan membahas COVID-19 di Kabupaten Semarang dari perspektif kiai," jelasnya.

Miftahudin menilai kegiatan tersebut tidak etis, sebab mengundang kiai tanpa menjelaskan isi kegiatannya. Pengurus PCNU Kabupaten Semarang itu juga mengaku merasa organisasi dibawa-bawa untuk kegiatan politik praktis.

Selain Miftahudin, kiai lain yang hadir dalam acara itu yakni KH Zaenal Abidin, KH Miftah, KH Khunduri, KH Rohadi, dan KH Ashuri Muntaha.

"Kami merasa NU dibawa-bawa untuk urusan politik. Padahal semestinya organisasi tersebut netral, meski anggotanya boleh memilih pasangan siapapun yang dinilai mereka baik," paparnya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Semarang, KH Ahmad Fauzan, menambahkan dirinya menyesalkan adanya kegiatan tersebut. Ke depan ia meminta siapapun yang memberikan undangan ke para kiai, untuk memberi tahu isi kegiatan tersebut secara jelas.

"Dijelaskan acaranya apa, kalau ada paslonnya diberi tahu. Agar para kiai kemudian tak menjadi bingung," jelas dia.

Tonton juga 'Corona Meluas, Pilkada Tetap Digas':

[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)