Dana Kampanye Awal Pilkada Solo: Gibran-Teguh Rp 25 Juta, Bajo Rp 0

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 14:43 WIB
Pengundian nomor urut Pilkada Solo, Kamis (24/9/2020). Pasangan Gibran-Teguh mendapat nomor urut 1. Sedangkan pasangan independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo dapat nomor urut 2.
Acara pengundian nomor urut Pilkada Solo. (Istimewa)
Solo -

Kedua pasangan calon (paslon) Pilkada Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Suparjo (Bajo) telah melaporkan dana kampanye awal mereka di Pilkada 2020. Gibran-Teguh melaporkan dana kampanye awal Pilkada Solo sebesar Rp 25 juta, sedangkan Bajo Rp 0.

"Keduanya sudah melaporkan Rekening Khusus Dana Kampanye (RKDK), paslon 1 Gibran-Teguh Rp 25 juta, paslon 2 Bajo Rp 0," kata Ketua KPU Solo Nurul Sutarti saat dihubungi detikcom, Minggu (27/9/2020).

Menurutnya, saldo rekening Bajo masih Rp 0 karena pelaporannya terlambat. Bajo sebelumnya telah memiliki RKDK namun ada penggantian sebelum masa kampanye dimulai.

"Sebenarnya ada isinya, Rp 1,5 juta kalau tidak salah. Tetapi karena sempat ada penggantian rekening kemarin, menyebabkan keterlambatan," ujar dia.

Nurul mengatakan jumlah dana awal kampanye mereka masih jauh dari batas maksimal. Sesuai penghitungan, dana kampanye maksimal Pilkada Solo adalah Rp 19,7 miliar.

"Maksimal Rp 19,7 miliar. Nanti jika ada kelebihan maka akan masuk menjadi kas negara, sesuai dengan PKPU," ujarnya.

Dia mengimbau agar kedua pasangan calon transparan dalam melaporkan dana kampanye. Laporan dana kampanye nantinya akan diaudit oleh akuntan publik yang ditunjuk KPU.

"Kita minta adanya pemasukan sekecil apapun harus dilaporkan agar transparan, sumbernya harus jelas. Nanti akan ada audit dari akuntan publik," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Gibran memulai kampanye di hari pertama kemarin secara virtual. Dia bertatap muka secara virtual dengan warga kampung melalui televisi portabel.

Gibran kemarin memilih blusukan virtual di Kampung Bonorejo, Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Solo, Sabtu (26/9). Gibran sendiri berada di posko pemenangan Gibran-Teguh di kawasan Manahan, Solo.

Terlihat tim Gibran berjumlah kurang dari 10 orang hadir di tengah kampung membawa kotak kampanye virtual. Kotak ini dilengkapi televisi, kamera, mikrofon dan roda untuk berkeliling. Sementara itu, warga tetap berada di depan rumah masing-masing. Dari televisi, Gibran menyapa satu per satu warga.

Warga yang ingin menyampaikan aspirasi dapat mendekati televisi dan mengobrol dengan Gibran. Salah satu warga menanyakan terkait program utama Gibran-Teguh.

Sedangkan pasangan calon Bagyo Wahyono-FX Suparjo (Bajo) akan lebih banyak berkampanye door to door dalam masa pandemi COVID-19. Mereka memilih menggunakan juru kampanye (jurkam) berlatar belakang wong cilik.

Calon Wali Kota Solo, Bagyo Wahyono, mengatakan tidak akan menggunakan tokoh tokoh ternama sebagai jurkam. Alasannya, dana yang mereka sediakan tidak cukup besar.

Para jurkam tersebut adalah anggota Tikus Pithi Hanata Baris, organisasi pengusung Bajo. Menurutnya, keterlibatan wong cilik di dalam tim merupakan simbol koalisi rakyat.

Bagyo mengatakan kampanye door to door lebih efektif dilakukan di masa pandemi COVID-19. Kampanye dengan cara tersebut dianggap lebih tepat sasaran dan tidak mengumpulkan massa.

Tonton juga 'Hari Pertama Kampanye, Gibran Blusukan Virtual':

[Gambas:Video 20detik]

(bai/sip)