Pak RW yang Tantang Gibran di Pilkada Solo Punya Harta Rp 1 Miliar

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 20:11 WIB
Pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) siap maju di Pilkada Solo. Bagyo bekerja sebagai penjahit, sementara Supardjo adalah Ketua RW di Pajang, Laweyan.
Pasangan Bagyo-Supardjo. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Seorang Ketua RW, Suparjo Fransiskus Xaverius, mendampingi tukang jahit, Bagyo Wahyono, menantang pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dalam Pilkada Solo. Suparjo melaporkan memiliki harta kekayaan sebesar Rp 1,09 miliar.

Seperti dalam situs elhkpn.kpk.go.id, Jumat (25/9/2020). Suparjo melaporkan harta kekayaannya pada September 2020. Suparjo memiliki harta berupa dua bidang tanah dan bangunan. Satu bidang tanah dan bangunan di Solo seluas 145 meter persegi/70 meter persegi senilai Rp 435 juta dari hasil sendiri. Kemudian satu bidang tanah 628 meter persegi di Kabupaten Sleman senilai Rp 600 juta dari warisan.

Suparjo juga memiliki tujuh unit sepeda motor yang diperoleh dari hasil sendiri. Ada enam motor Yamaha dan satu motor Honda dengan total nilai Rp 52 juta.

Dia juga melaporkan kepemilikan harta kekayaan berupa kas atau setara kas senilai Rp 7.475.781. Namun dia memiliki utang senilai Rp 4 juta.

Sehingga total harta kekayaan Suparjo senilai Rp 1.090.475.781.

Sementara itu, Teguh Prakosa yang mendampingi Gibran Rakabuming Raka maju di Pilkada Solo, telah menjabat sebagai anggota DPRD Solo selama 11 tahun. Berapa harta kekayaan Teguh?

Dilansir dari situs elhkpn.kpk.go.id, Teguh terakhir kali menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 19 Maret 2020 dengan jenis pelaporan periodik 2019. Dalam laporan tersebut, Teguh melaporkan harta kekayaannya sebesar Rp 1.231.150.999.

Sedangkan harta kekayaan Teguh yang dilaporkan pada tahun 2017 yakni Rp 1,14 miliar dan tahun 2018 Rp 1,21 miliar.

Rinciannya, Teguh memiliki satu bidang tanah dan bangunan seluas 207 meter persegi/18 meter persegi di Kabupaten Wonogiri dari hasil sendiri. Nilai tanah dan bangunan itu adalah Rp 800 juta.

Teguh memiliki dua unit kendaraan bermotor yang dibeli dari hasil sendiri, yakni satu unit sepeda motor Suzuki JT 185 tahun 1976 dengan nilai Rp 2,5 juta. Kemudian satu unit mobil Honda H-RV tahun 2016 dengan nilai Rp 300 juta.

Selain itu, Teguh juga melaporkan harta kekayaan berupa kas atau setara kas sebesar Rp 8.650.999. Kemudian harta lainnya sebesar Rp 120 juta.

Sehingga dari para calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, urutan pertama paling tajir adalah Gibran Rakabuming Raka (Rp 21 miliar), kemudian Bagyo Wahyono (Rp 1,9 miliar), Teguh Prakosa (1,2 miliar), dan Supardjo (Rp 1,09 miliar).

Terpisah, Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, mengatakan Teguh sebelumnya merupakan pejabat publik. Secara periodik dia memang harus melaporkan harta kekayaannya pada KPK.

"Sebelumnya kan Pak Teguh sudah menjabat. Laporan terakhir Maret, melaporkan harta kekayaan 2019. Jadi untuk mendaftar pilkada kemarin masih bisa pakai laporan itu," ujar Nurul.

(rih/sip)