MUI Jateng: Kita Sebetulnya Cenderung Pilkada Diundur

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 18:48 WIB
Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji, Jumat (10/8/2018).
Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah KH Ahmad Darodji cenderung berharap Pilkada 2020 untuk ditunda. Pihaknya pun meminta jaminan pengendalian penyebaran virus Corona (COVID-19) selama Pilkada digelar.

"Kita sebetulnya cenderungnya diundur, tetapi setelah ada kajian dinyatakan jalan terus," kata Darodji saat dihubungi detikcom, Jumat (25/9/2020).

Darodji mengatakan karena Pilkada sudah diputuskan bakal digelar tahun ini, pihaknya berharap ada pengawasan tegas.

"Harus ada jaminan. Pengawasan harus betul-betul ketat," tegasnya.

Darodji pun mengusulkan agar pemungutan suara dilakukan bergiliran dan sudah ditentukan jamnya. Selain itu penerapan protokol kesehatan seperti masker, jaga jarak,

Ia kemudian memberikan usulan untuk pemungutan suara yaitu dengan bergiliran dan ditentukan jamnya. Pengawasan pemakaian masker, jaga jarak, cuci tangan, dan protokol kesehatan lainnya harus ketat.

"Datangnya ke TPS bergiiran, kan TPS itu untuk orang di sekitar situ. Betul-betul dijaga, diingatkan jangan berkerumun, pakai masker, cuci tangan. Jika sudah selesai, pemilih segera diminta pulang, jangan lama-lama di TPS," jelasnya.

"Mudah-mudahan dengan begitu mudaratnya tidak banyak," sambung Darodji.

Untuk diketahui, di Jawa Tengah ada 21 daerah yang menggelar Pilkada serentak tahun ini. Ke-21 daerah yaitu Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Klaten, Pemalang, Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonogiri, Kota Surakarta, Kabupaten Kendal, Kota Magelang, Kota Pekalongan, Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang.

Kabupaten Purbaligga, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, Kabupaten Kebumen, Kota Semarang, dan Kabupaten Boyolali.

Sebelumnya, pemerintah melalui Jubir Jokowi, Fadjroel Rachman, mengatakan penyelenggaraan Pilkada 2020 tetap sesuai dengan jadwal, 9 Desember 2020. Pelaksanaan pilkada disebut akan mengikuti protokol kesehatan.

Tonton juga 'Satgas Covid-19: Tambahan Kasus Corona Terkait dengan Pilkada':

[Gambas:Video 20detik]

(ams/sip)