Round-Up

Beda Ganjar-Sultan HB X soal Pandemi Corona yang Kembali Mengganas

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 09:56 WIB
Petugas PPSU Bukit Duri menyelesaikan pembuatan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Senin (31/8/2020). Mural tersebut dibuat agar meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas karena masih tingginya angka kasus COVID-19. Jumlah kasus harian Corona di DKI Jakarta pada minggu 30 Agustus 2020 memecahkan rekor dan menembus lebih dari 1.100 kasus per hari.
Petugas PPSU Bukit Duri membuat mural berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Senin (31/8/2020). (Foto: Agung Pambudhy)
Yogyakarta -

Beda pendapat antara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X soal pandemi virus Corona atau COVID-19 yang kasusnya kembali meningkat.

Awal pekan lalu, Ganjar meminta sembilan daerah di Jateng agar mulai 'injak rem' dalam penanganan penyebaran virus Corona. Ganjar menekankan agar tidak ada event-event yang mengundang kerumunan.

"Saya sampaikan ada beberapa kabupaten/kota yang hari ini butuh perhatian maka saya mohon bupati/wali kota agar menjaga dan lebih ketat lagi, rem agak diinjak. Ada Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kota Semarang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Tegal," kata Ganjar, Senin (14/9).

Ia meminta tidak ada event yang berpotensi mengundang keramaian. Selain itu dalam penegakan sanksi bagi yang tidak patuh protokol kesehatan, Ganjar meminta penegak hukum tetap menjalankan razia dan memperhatikan aktivitas masyarakat yang tidak terduga.

"Ada beberapa tren yang kemudian meningkat dari aktivitas masyarakat. Contoh tiba-tiba lari di depan, Jalan Pahlawan, balapan lari, ternyata trennya nasional. Kita tidak pernah tahu maka yang inilah kita mesti lakukan pencegahan, patroli jadi sangat penting. Bu Fat kena restorannya. Kalau warung-warung seperti Bu Fat kena maka ada potensi warung lain juga," jelasnya.

Ganjar juga menanggapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengizinkan acara-acara yang berpotensi mengundang kerumunan seperti konser musik, bazar hingga jalan santai dalam kampanye Pilkada serentak 2020. Ganjar menyebut tidak perlu ada konser yang berpotensi mendatangkan kerumunan di tengah pandemi COVID-19.

"Ora usah ah, konser-konser nggo apa (tidak usah lah, konser buat apa)," kata Ganjar di kantornya, Kamis (17/9).

Ganjar mengusulkan jika memang harus ada konser saat kampanye maka dilaksanakan secara virtual, bukan konser langsung yang mengundang kerumunan massa.

"Konsernya boleh, tapi cuma virtual," ujarnya.

Tonton juga 'Muncul Kasus Positif Corona, Pasar Beringharjo Yogya Libur Sehari':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2 3