Populer di Jateng Pekan Ini

Ganjar Imbau 9 Wilayah di Daerahnya Segera 'Injak Rem' Atasi Corona

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 15:12 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Pada Selasa (15/9) lalu, Ganjar mengikuti mengikuti rapat koordinasi virtual dengan tujuh RSUD di Jateng dan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam rapat itu Luhut menegaskan Semarang dan Kudus harus mendapat perhatian.

Sorenya, Ganjar langsung menggelar rapat terbatas dengan Hendi. Pengetatan operasi dan masalah data menjadi pembahasan dalam rapat tersebut.

"Sudah kita cek, Pak Wali Kota, Pak Hendi bagus sudah membedakan mana orang Semarang dan yang dirujuk dari luar, kan tidak boleh ditolak, rumah sakit besarnya ada di sini, kan dicatat di Semarang. Maka jadi data akumulasi jadi perhatian pusat," kata Ganjar.

Esoknya, Rabu (16/9) apel gabungan penegak hukum digelar di Balai Kota Semarang untuk memasifkan operasi hingga ke tingkat mikro atau RT. Hal itu untuk memenuhi target menekan angka kasus Corona dalam dua minggu.

"Kita diminta back up ibu kota Jawa Tengah ini, tapi bukan berarti yang lain tidak. Dua minggu diminta menurunkan kasus penularan COVID-19," jelasnya.

Ganjar berharap masyarakat patuh dengan protokol kesehatan dan menaati aturan di daerah masing-masing. Ia mengatakan tidak ingin jika harus sampai memberikan sanksi sesuai Perda Jateng soal penanggulangan penyakit menular yang sanksinya lebih berat.

"Tapi kalau itu tidak terlaksana dengan baik, bukan tidak mungkin kita menerapkan sanksi yang lebih tegas. Jateng punya Perda yang mengatur pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. Perda itu tahun 2013 dan saya terjemahkan dalam Pergub sehingga COVID ini bisa masuk. Itu sanksinya cukup berat, yakni dipenjara selama 6 bulan dan bisa didenda Rp 50 juta. Tapi sebenarnya kami tidak ingin menghukum masyarakat," katanya.

Halaman

(alg/mbr)