Bupati Semarang dan Anaknya Terancam Dipecat dari PDIP, Kenapa?

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 19:11 WIB
Foto apel pengibaran bendera di kantor DPD PDIP Jateng.
Ilustrasi. Foto: Kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Semarang. (Istimewa)
Semarang -

Bupati Semarang, Mundjirin terancam dipecat dari PDIP. Nasib serupa juga menyasar dua kader PDIP lainnya, salah satunya adalah anak Mundjirin. Ada apa?

Tiga kader PDIP yang duduk di kursi eksekutif dan legislatif terancam dipecat. Mereka dinilai tidak patuh kepada rekomendasi partai yang turun untuk Pilkada serentak di Jawa Tengah dan bakal diusulkan sanksi pemecatan.

"Mereka enggak mendukung rekomendasi pilkada. Pasti ada sanksi, nanti kita usulkan ke DPP. Sanksinya ya pemecatan," kata Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto di kantor DPD PDIP Jateng, Semarang, Rabu (2/9/2020).

Salah satu kader yang dimaksud yaitu Bupati Semarang, Mundjirin karena memberi ruang kepada istrinya, Bintang Narsasi maju sebagai bakal calon Bupati Semarang lewat partai lain berpasangan dengan Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono. Padahal PDIP memberi rekomendasi kepada paslon Ngesti Nugraha-Basari.

"Padahal awalnya anaknya Pak Mundjirin kita tawari maju sebagai calon wakil, nggak boleh. Tahu-tahu istrinya maju. Padahal anaknya sudah masuk anggota fraksi kita, kalau partai untuk kepentingan keluarga ya harus singkirkan," jelasnya.

Bambang menegaskan, anak Mundjirin, Biena Munawa Hatta kini duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Semarang dari PDIP, namun ternyata Mundjirin tidak mendukung rekomendasi.

"Putranya sudah diberi ruang jadi legislatif 2019 sehingga percaya Pak Mundjirin dukung rekomendasi. Kalau seperti ini kan Pak Mundjirin tidak mendukung rekomendasi, harus ada sanksi," tegasnya.

Tonton video 'Megawati ke Kadernya: Yang Nggak Solid Saya Pecat!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2