Round-Up

Penjelasan Bawaslu-KPU Soal Kampanye Golput yang Jadi Opsi PKS Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 11:32 WIB
Ilustrasi Pilkada Bekasi (Dok. Detikcom)
Foto: Ilustrasi Pilkada. (Dok detikcom)

"Kalau KPU tugasnya lebih ke pendidikan pemilih. Tentu tingkat partisipasi tidak hanya kerjanya penyelenggara, tetapi banyak pihak, seperti kontestan dan partai politik," kata Nurul saat dihubungi detikcom, kemarin.

Menurutnya, target partisipasi masyarakat dalam Pilkada Solo 2020 mencapai 77,5 persen. Target tersebut ditetapkan secara nasional.

"Targetnya secara nasional 77,5 persen. Dibandingkan Pilkada 2015 target tahun ini lebih tinggi. Kalau dibandingkan Pemilu 2019 lebih rendah," ujar Nurul.

Diwawancara sebelumnya, Ketua DPD PKS Solo Abdul Ghofar menyatakan partainya akan menggunakan tiga bulan waktu yang tersisa untuk memilih sejumlah opsi. Di antaranya berkampanye golput.

"Untuk pilihan 9 Desember, kita masih belum menentukan. Itu kan masih tiga bulan, masih kita pertimbangkan," kata Ketua DPD PKS Solo, Abdul Ghofar, saat dihubungi detikcom, kemarin.

"Kita pertimbangkan nanti apakah golput atau juga berkampanye golput," sambungnya.

Tak hanya opsi golput, Ghofar mengatakan PKS Solo juga masih membuka opsi untuk mendukung Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa atau pasangan independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo). Namun, hal itu bakal diputuskan setelah mempertimbangkan hasil survei.

"Termasuk pula kemungkinan mendukung salah satu calon, kita pertimbangkan," tutur Ghofar.


(sip/mbr)