11 Pengurus Kecamatan Golkar Sleman Mengundurkan Diri Jelang Musda

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 17:36 WIB
Ketua DPD Golkar Sleman Janu Ismadi (tengah) memberikan keterangan soal mundurnya 11 PK Golkar Sleman di kantor DPD Golkar Sleman, Jumat (28/8/2020)
Foto: Ketua DPD Golkar Sleman Janu Ismadi (tengah) memberikan keterangan soal mundurnya 11 PK Golkar Sleman di kantor DPD Golkar Sleman, Jumat (28/8/2020) (Jauh Hari Wawan S/detikcom)

Iwan menyatakan aklamasi bisa terjadi jika dalam pendaftaran bursa Ketua DPD Golkar Sleman salah satu calon mengantongi suara sebanyak 50 persen+1.

"Ketua itu paling tidak didukung 30 persen pemegang hak suara saat mendaftar. Di Sleman ada 23 suara terdiri dari 17 PK dan lain sebagainya. Nah untuk aklamasi 50% +1 dari 23 pemegang hak suara itu sudah bisa aklamasi," tegasnya.

Sebelumnya, polemik internal Golkar juga muncul di Kota Yogyakarta, DIY. Sebanyak 12 PK Partai Golkar Kota Yogyakarta dipecat jelang musda pada pertengahan Agustus lalu. Koordinator PK Golkar Kota Yogyakarta, Yugo Saputra menjelaskan, kejanggalan 12 PK Golkar dipecat itu bermula saat beberapa bulan terakhir stempel PK diambil oleh DPD II Golkar Kota Yogyakarta.

Hal itu berlanjut dengan kabar pemecatan dan penunjukan pelaksana tugas (Plt) untuk menggantikan 12 PK di Kota Yogyakarta, kecuali PK Mergangsan dan Kotagede. Padahal, menurut mereka DPP Golkar sudah mengeluarkan instruksi perpanjangan masa penugasan pengurus dan personalia kabupaten/kota pada 30 April 2020.

"Kebijakan di DPD II Kota Yogya menyalahi mekanisme dalam menentukan personel tanpa melalui rapat pleno. Apalagi struktur organisasi revitalisasi juga aneh karena memasukkan keluarga, anak, istri dan saudara," kata Yugo saat jumpa pers di kawasan Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Selasa (18/8).


Namun, DPD II Golkar Kota Yogyakarta Augus Nur membantah melakukan pemecatan. Dia menyebut melakukan evaluasi kinerja terhadap para PK tersebut. Selain itu, para PK yang merasa dipecat periodenya telah habis sejak tahun lalu.

"Karena di dalam surat keputusan DPD Golkar Kota Yogyakarta bahwa ketua-ketua pimpinan kecamatan se-Kota Yogyakarta itu telah berakhir dan selesai masa periodesasinya pada tanggal 31 Desember 2019," kata saat jumpa pers di Kantor DPD II Golkar Kota Yogyakarta, Kelurahan Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Kamis (20/8).

Halaman

(ams/rih)