ADVERTISEMENT

Sejumlah SMP di Brebes Setop Sekolah Tatap Muka Gegara Ini

Imam Suripto - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 14:17 WIB
SMPN 1 Brebes, salah satu sekolah yang menghentikan belajar tatap muka
Foto: SMPN 1 Brebes, salah satu sekolah yang menghentikan belajar tatap muka. (Imam Suripto/detikcom)
Brebes -

Sepekan setelah menggelar sekolah tatap muka, kini sejumlah SMP di Brebes, Jawa tengah kembali menerapkan sekolah daring. Pihak sekolah beralasan menghentikan sekolah tatap muka karena ada peningkatan jumlah kasus virus Corona atau COVID-19 di Brebes.

Kasi Kesiswaan dan Kurikulum Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes Aditya Perdana menjelaskan SMP yang menghentikan sekolah tatap muka pada Senin (24/8) yakni SMP yang berada di Kecamatan Brebes. Keputusan ini diambil setelah ada laporan pasangan suami istri dokter maupun nakes di daerah tersebut yang positif COVID-19.

Sementara itu, sejumlah sekolah di Kecamatan Wanasari juga menghentikan pembelajaran tatap muka. Meski masih ada beberapa sekolah yang tetap menggelar sekolah tatap muka.

"Ada 10 SMP negeri dan swasta di Kecamatan Brebes yang terpaksa menutup kegiatan tatap muka. SMP di Kecamatan Brebes ini memang diimbau oleh dinas untuk tidak melakukan tatap muka dulu. Ini karena ada penambahan di Kecamatan Brebes dan Wanasari," ungkap Kasi Kesiswaan dan Kurikulum Dindikpora Brebes, Aditya Perdana saat dihubungi wartawan, Selasa (25/8/2020).

Aditya menjelaskan untuk masih ada SMP di Kecamatan Wanasari yang menggelar sekolah tatap muka. Namun pelaksanaan sekolah tatap muka itu dilakukan terbatas.

"Dua SMP di Wanasari atas inisiatif guru dan komite menghentikan tatap muka, SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 4 Wanasari. Lainnya masih tatap muka terbatas. Artinya, siswa dari desa-desa tertentu yang terjadi penambahan dan penyebaran COVID-19 untuk sementara tidak boleh masuk sekolah. Mereka sementara belajar di rumah," urai Aditya.

Dia menambahkan pihaknya telah menerbitkan surat edaran Nomor: T/421/01978/2020 tentang Pembelajaran Tatap Muka Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19. Salah satu poin surat ini menyebut, apabila ada penambahan kasus/level resiko daerah naik, satuan pendidikan wajib menutup kembali kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT