Round-Up

5 Fakta di Balik Penyerangan Acara Doa Jelang Pernikahan di Solo

Tim detikcom - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 12:19 WIB
Tiga warga Solo diserang sekelompok orang usai menggelar doa bersama menjelang pernikahan atau midodareni. Lokasi penyerangan itu kini dijaga polisi.
Suasana lokasi penyerangan acara doa menjelang pernikahan di Solo, Minggu (9/8/2020). (Foto: Kartika Bagus/detikcom)
Yogyakarta -

Sekelompok orang intoleran menyerang peserta acara doa bersama menjelang pernikahan yang digelar oleh sekeluarga di Solo. Penyerangan ini mendapat banyak kecaman dari sejumlah pihak.

Polisi mengungkap sejumlah fakta di balik kejadian ini. Apa saja?

1. Acara doa digelar di rumah Almarhum Segaf bin Jufri

Peristiwa itu terjadi rumah keluarga almarhum Segaf bin Jufri di Mertodranan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8) sekitar waktu magrib.

Acara itu diikuti oleh puluhan orang sekeluarga besar. Penyerangan di Solo itu terekam lewat video yang beredar di media sosial.

2. Massa datang berteriak-teriak minta acara dibubarkan

Dari video itu terlihat massa berteriak-teriak di depan rumah lokasi doa bersama jelang pernikahan yang biasa juga disebut acara midodareni itu.

3. 3 orang terluka akibat diserang

"Ada tiga orang yang dilarikan di rumah sakit, kena lemparan batu di kepala. Awalnya dibawa ke RS Kustati, lalu dirujuk ke RS Indriati," kata Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Adis Dani Garta, kemarin.

Selanjutnya
Halaman
1 2