Bocah Difabel Ini Tulis Surat Menyentuh ke Ganjar: Saya Ingin Sekolah

Febrian Chandra - detikNews
Minggu, 09 Agu 2020 09:51 WIB
Vea (11), bocah disabilitas menulis pesan ingin sekolah kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sabtu (8/8/2020).
Foto: Vea (11), bocah disabilitas menulis pesan ingin sekolah kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sabtu (8/8/2020). (Foto: Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Alenda Primavea Dewi (11), bocah yang lahir dengan keterbatasan fisik atau disabilitas ini ingin sekolah formal seperti anak seumurannya. Vea, sapannya, menyampaikan pesan ingin belajar di sekolah kepada Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

detikcom menengok Vea di rumahnya, Kelurahan Bangkle RT 03 RW 01, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Vea mengalami gangguan pada tulangnya sehingga tidak bisa berjalan normal.

Namun, saat diajak berkomunikasi, Vea tampak lancar menjawabnya. Vea mengaku ingin sekali kakinya bisa digunakan untuk berjalan agar bisa bersekolah.

"Pengin bisa jalan, biar bisa sekolah," ujar Vea, Sabtu (8/8/2020).

Vea pun lantas menuliskan sebuah pesan singkatnya untuk Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Pesan itu dia tulis sendiri di secarik kertas dan dikirimkan pada Jumat (7/8).

"Pak Ganjar saya ingin kaki saya sembuh. Saya ingin sekolah," tulis Vea seperti dilihat detikcom.

"Saya bisa menulis, bisa membaca dan juga berhitung," ujar Vea yang sudah lulus dari pendidikan TK itu.

Sementara itu, ibunda Vea, Adin Puji Utami, menceritakan bahwa anak ketiganya itu saat ini tidak sekolah. Meski sebelumnya telah menempuh pendidikan di TK umum.

"Setiap harinya Vea banyak menghabiskan waktunya di atas kasur. Dan bermain dengan kucing peliharaannya," kata Adin mengawali penuturannya.

Adin menceritakan, Vea dulu terlahir prematur saat kandungannya baru 6 bulan 2 minggu. Saat itu dia sudah diperingatkan oleh dokter rumah sakit, jika anak yang lahir prematur akan ada gangguan pada fisiknya. Yakni pada tulang atau pada mentalnya.

"Vea ini tulangnya yang bermasalah. Untuk otak dan mentalnya alhamdulillah normal. Pikirannya seperti pada umumnya, dia pintar," ujarnya.

Saat baru lahir, kata Adin, anaknya tersebut diinkubator oleh pihak rumah sakit selama dua minggu sebelum boleh dibawa pulang. Tetapi setelah Vea dibawa pulang dari rumah sakit, jadi sering sakit-sakitan.

"Beberapa kali jadi sering masuk rumah sakit, kalau sekarang sudah tidak," kata Adin.

Proses pertumbuhan anak ketiganya ini tidak seperti anak pada umumnya, terutama soal fisik. Umur 8 tahun, lanjut Adin, Vea baru bisa mengangkat punggung dan bisa duduk.

Vea (11), bocah disabilitas yang sampaikan pesan ingin sekolah kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sabtu (8/8/2020).Vea (11), bocah disabilitas yang sampaikan pesan ingin sekolah kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sabtu (8/8/2020). Foto: Febrian Chandra/detikcom

Vea kemudian dimasukkan di pendidikan taman kanak-kanak (TK) dengan menggunakan kursi roda.

"Jadi Vea baru masuk TK saat usianya 8 tahun. Pas sekolah saya yang mengantar sambil membawa kursi roda," ungkapnya.

Menurut Adin, anaknya selama proses pembelajaran di TK mudah menangkap pembelajaran yang ada. Vea diketahui lancar membaca, bisa menulis dan berhitung.

Saat lulus dari TK pada usia 10 tahun, orang tuanya ingin menyekolahkan Vea di SD yang dekat dengan tempat tinggalnya. Namun ditolak secara halus sejumlah sekolah dan disarankan agar disekolahkan di SLB saja.

"Anak saya itu kan normal pemikirannya seperti anak pada umumnya, bisa baca tulis. Tapi hanya tidak bisa jalan," kata Adin.

Tonton video 'Elektabilitas Capres Versi Charta Politika: Prabowo, Ganjar, Anies Unggul':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2