Ini Dia Isi Surat Terbuka Istri ABK Kapal China untuk Jokowi

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 20:31 WIB
Istri ABK asal Tegal surati Presiden Jokowi, Kamis (6/8/2020).
Foto: Istri ABK asal Tegal surati Presiden Jokowi, Kamis (6/8/2020). (Imam Suripto/detikcom)
Kabupaten Tegal -

Wanita asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Ingrid Frederica (31) menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lewat suratnya itu, Ingrid berharap Jokowi membantu pemulangan suaminya, Samfarid Fauziz yang bekerja di kapal ikan asal China.

Ingrid menyebut suaminya Samfarid tidak diketahui keberadaannya sejak ikut kapal China Fu Yuan Yu pada 2018 lalu. Terakhir kali berkomunikasi dengannya, sang suami mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi selama bekerja.

"Suami saya menyampaikan sudah tidak sanggup lagi bekerja dan ingin pulang tapi tidak diizinkan. Dengan berat hati suami saya melanjutkan sampai selesai kontrak April 2020. Seharusnya April suami saya sudah pulang. Namun hingga surat ini ditulis saya tidak tahu keberadaan dan keadaannya," kata Ingrid saat ditemui di rumahnya, Kabupaten Tegal, Kamis (6/8/2020).

Dalam surat tertulis yang ditulis pada 30 Juli 2020 lalu, ibu dari Kenzie (6) itu menceritakan perlakuan tidak manusiawi yang dialami suaminya. Selain jam kerja yang panjang dan tidak sesuai kontrak kerja, makanan yang diberi tidak layak serta tidak ada obat-obatan yang memadai.

"Besar harapan saya untuk Bapak Presiden dapat membantu mencari dan memulangkan suami saya dan kawan-kawannya," tulis Ingrid dalam suratnya itu.

Berikut isi lengkap surat yang ditulis Ingrid kepada Jokowi:

Yang terhormat Bapak Presiden Jokowi.

Saya istri Samfarid Fauzi (Tegal) ABK kapal China Fu Yuan Yu.

Pak, suami saya diberangkatkan PT Puncak Jaya Samudra (Pemalang) pada April 2018. Setelah 1 tahun bekerja, suami saya menyampaikan ingin pulang dikarenakan sudah tidak sanggup lagi. Suami saya mengeluhkan mulai dari makanan yang tidak layak, obat-obatan yang tidak memadai, jam kerja yang panjang, bahkan bekerja tidak sesuai dengan PKL. Pada PKL keterangan tugas suami menjaring, tapi pada realnya pagi menjaring malam harinya memancing. Sehingga waktu istirahat sangat minim. Namun ternyata tidak diizinkan dan dengan berat hati suami saya melanjutkan pekerjaan hingga finish kontrak April 2020. Seharusnya April ini suami saya sudah pulang pak, namun hingga surat ini saya tulis, saya tidak mengetahui keberadaan dan keadaan yang pasti tentang suami saya.

Selanjutnya
Halaman
1 2