Kisah Mbah Slamet, Lumpuh dan Tinggal di Rumah Bambu Dekat Kandang Ayam

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 15:38 WIB
Mbah Slamet, lumpuh dan tinggal dalam rumah bambu dekat kandang ayam, Klaten, Selasa (4/8/2020).
Foto: Mbah Slamet, lumpuh dan tinggal dalam rumah bambu dekat kandang ayam, Klaten, Selasa (4/8/2020). (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Seorang nenek bernama Slamet (70) tinggal di dalam rumah bambu dekat kandang ayam di Klaten. Mbah Slamet sudah tinggal di rumah tersebut selama enam bulan.

"Dulunya (Mbah Slamet) tinggal serumah dengan keluarga saya. Tapi karena rumah bagian belakang amblong (jebol) atapnya, saya buatkan tempat di sini," kata keponakan Slamet, Hartono (38), kepada detikcom di rumah Mbah Slamet, Dusun Klalung, Desa Majegan, Kecamatan Tulung, Klaten, Selasa (4/8/2020).

Hartono mengungkap, Mbah Slamet yang tak memiliki suami dan anak ini tinggal di rumah keluarganya sejak 2012. Mbah Slamet merupakan kakak dari ibunya yang kini sudah meninggal dunia.

Ayah Hartono, Sartono (65) membuat tempat tinggal untuk Mbah Slamet tinggal di bagian belakang rumahnya pada tahun 2012. Namun kini tempat tinggal Mbah Slamet itu rusak. Kamarnya jebol dan jika hujan maka air akan masuk ke dalamnya.

"Sebab di kamar lama jebol dan air hujan masuk," imbuh Hartono.

Hingga akhirnya Hartono dan Sartono membuat rumah bambu di tanah kas desa yang berjarak sekitar 10 meter dari rumahnya untuk tempat tinggal Mbah Slamet. Hartono menyebut rumah bambu sederhana ini tak pernah bocor. Bahkan kadang, ayahnya ikut tinggal di situ.

Pantauan detikcom siang ini, rumah bambu yang ditinggali Slamet berukuran 3x4 meter. Dindingnya terbuat dari bambu dan disambung papan kayu seadanya.

Tidak ada perabotan selain papan tempat tidur dan dapur kecil. Sedangkan di depan rumahnya digunakan untuk ternak ayam kampung.

Sedangkan rumah yang ditempati keluarga Hartono juga terlihat sederhana. Rumah tersebut berseberangan jalan dengan rumah bambu yang ditinggali Mbah Slamet.

Rumah yang ditempati keluarga Hartono hanya berukuran sekitar 3x6 meter. Tembok rumah tersebut hanya berupa batako yang belum diplester. Teras rumah atapnya hanya disangga kayu.

Tampak di teras rumah tersebut terdapat bronjong untuk Hartono berjualan sayur yang digunakan keliling sayur. Hartono sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur keliling dan istrinya merupakan ibu rumah tangga.

Hartono juga mengungkap Slamet yang saat ini masih ber-KTP di Kecamatan Karanganom dan memiliki Jamkesmas.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Debat Capres AS