Ramai Akses Jalan di Desa Sragen Ditembok Warga, Begini Faktanya

Andika Tarmy - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 15:24 WIB
Akses jalan di Dukuh Ngledok, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Sragen ditembok pemilik pekarangan
Foto: Akses jalan di Dukuh Ngledok, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Sragen ditembok pemilik pekarangan (Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Akses jalan dukuh selebar tiga meter di Dukuh Ngledok, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Sragen, jadi sorotan usai ditutup tembok oleh salah satu warga. Sejumlah warga memprotes penutupan sepihak itu, namun setelah ditelusuri ternyata jalan itu masuk pekarangan salah seorang warga. Seperti apa duduk perkaranya?

Kejadian penutupan jalan tersebut viral di media sosial. Salah satunya dibagikan di akun Facebook Kumpulan Wong Sragen (KWS). Hingga sore pukul 14.55 WIB ini, unggahan tersebut menuai 1.500 like dan dikomentari 1.900 orang.

"Tulung dulur2..niki kok jalan.ngledok,gading,tanon,sragen. ditutup...sedangkan dari simbah'y dulu ini tanah dikasih jalan buat anak cucu'y..tapi kenapa kok ditutup gini..mohon penceramahan'y.." tulis Akun Heri Rebbin di grup itu.

Akun Heri Rebbin juga mengunggah foto kondisi jalan yang ditutup. Postingan tersebut menuai berbagai komentar warga.

"Nek baca beritanya yo gak SALAH NUTUP JALAN itu haknya.....Tapi yo HHHHORA UMUM.😆," kata Akun Aryo Bravo.

"Nderek Usul mawon Di delok'i riwayat e sek lur, Status jalan kuwi nyileh opo tuku, digolek i bukti dan saksi ne, agi di laporke gon kelurahan, trus lapor gon Polisi," ujar akun Wagiman.

"Lapor RT sama klurahan pak biar di beri sulusinya dan apa sebabnya kok dipagar klau diurus dengan kepala dingin isya Allah rampung permasalahanya," tulis akun Mbah Wawa.

Sementara itu saat didatangi ke lokasi, tembok yang disoal itu tampak dibangun melintang dengan ketinggian sekitar satu meter dengan lebar sekitar dua meter. Tembok itu dibangun dari bahan herbel warna putih, dan dibangun di sisi utara dan selatan jalan dengan jarak sekitar 25 meter.

Salah seorang warga mengeluhkan soal keberadaan tembok tersebut. Dia mengaku tak ada komunikasi yang disampaikan kepada warga sebelumnya.

"Tiba-tiba ditembok kemarin. Tidak ada komunikasi dengan warga, tiba-tiba ditutup begitu saja," ujar warga sekitar, Rebin (50) saat ditemui detikcom di rumahnya, Sragen, Selasa (4/8/2020).

Rebin mengakui jalan tersebut memang masuk pekarangan warga. Namun para pemilik terdahulu, mengikhlaskan sepetak tanah sebagai akses masyarakat.

"Pemilik lama dulu mengikhlaskan tanahnya untuk jalan. Sudah lama, sejak saya kecil sudah ada jalan di sini. Memang dulunya hanya jalan setapak," paparnya.

Penutupan tersebut, lanjutnya, berdampak pada sekitar 11 kepala keluarga (KK) yang kesehariannya melewati jalan tersebut. Meski tidak sampai terisolir, warga harus memutar hingga 500 meter untuk melewati jalur lain.

Tonton video 'Meski Mendapat Penolakan, Pemkot Surabaya Bongkar Tembok yang Blokir Jalan Raya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2