Pembina di Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Dituntut 2 Tahun Bui

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 20:13 WIB
Sidang tuntutan pembina Pramuka Isfan Yoppy terdakwa kasus tragedi susur Sungai Sempor Sleman
Foto: Sidang tuntutan pembina Pramuka terdakwa kasus tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, di PN Sleman (Jauh Hari Wawan S/detikcom)

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa, Oktryan Makta usai mendengar tuntutan JPU memutuskan untuk mengajukan nota pembelaan (pleidoi).

"Langkah nanti kami akan lakukan pleidoi. Senin (3/8) besok kami sampaikan," kata Oktryan.

Selain itu, terhadap dua terdakwa lain yaitu Danang Dewa dan Riyanto, juga dituntut 2 tahun penjara oleh JPU. Perbuatan keduanya dinilai telah memenuhi unsur dalam Pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP Jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu atas tuntutan JPU, kuasa hukum terdakwa Danang, Saifudin dan kuasa hukum Riyanto dari Tim LKBH PGRI, Sudarsono, menyatakan juga akan mengajukan pleidoi pada sidang lanjutan, Senin (3/8) mendatang.

Diberitakan sebelumnya, tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman terjadi pada Jumat 21 Februari 2020. Peristiwa nahas itu terjadi saat 249 siswa SMPN 1 Turi tengah mengikuti ekstrakurikuler Pramuka dengan kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Donokerto, Turi. Di tengah kegiatan, arus sungai tiba-tiba deras dan membuat para peserta hanyut. Sebanyak 10 siswi tewas dalam peristiwa tersebut.

Selain Isfan, dua pembina pramuka yang juga guru di SMPN 1 Turi, yakni Riyanto warga Turi, Sleman, dan Danang warga Ngaglik, Sleman yang berstatus sebagai pembina dari luar sekolah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya menjalani persidangan terpisah.

Dalam kasus ini, terdakwa dijerat dengan Pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP Jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Halaman

(ams/rih)