Teror Paket ke Mbak Titik Mereda, Terakhir Dikirimi Pisang 1,5 Ton

Saktyo Dimas R - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 16:38 WIB
Titik bersama ayahnya di rumah tempatnya mengungsi, Kendal, Jumat (24/7/2020).
Foto: Titik bersama ayahnya di rumah pendampingan di Kendal, Jumat (24/7/2020). (Dimas Saktyo R/detikcom)

Titik menjadi korban teror yang dilakukan orang tidak dikenal. Modus teror yakni dengan mengirimkan paket barang mengatasnamakan korban yang sama sekali tidak pernah dipesannya dan belum dibayar.

"Ya modusnya pelaku ini mengirim paketan barang ke rumah korban atas nama korban. Padahal korban sama sekali nggak pernah pesan apalagi membayarnya," jelas Aji.

Bermacam-macam paket barang dikirimkan ke rumah Titik, seperti buah-buahan, genting, batu bata, pakaian hingga parabola.

"Jadi korban ini dikirimi paketan barang yang macam-macam, ada buah-buahan, mesin cuci, handphone," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Titik mendapatkan teror berupa kiriman paket beraneka barang yang tidak dipesannya. Teror itu berlangsung sejak tahun 2018 saat dia bekerja di Semarang. Teror itu masih berlangsung saat Titik pulang kampung ke Kendal hingga ketika dia menyusul ayahnya yang bekerja di Batam.

Ayah Titik, Sunari, mengaku juga pernah menerima paket barang yang mengatasnamakan anaknya. Namun Sunari menolak paket barang tersebut dan pengantar paket memarahinya karena merasa ditipu.

"Saya sendiri juga pernah ngalami terima barang itu ada mebel, nanas, anggur, kelapa, dan terakhir pisang satu truk. Saya nggak pesan ya saya tolak, sempat ribut juga dengan pengantar barang. Namun setelah saya jelasin, dia mau nerima," katanya.

Barang-barang yang dikirim ke rumah Titik tidak hanya datang dari Kendal saja tapi juga dari luar kota bahkan dari luar pulau Jawa.

"Barang-barangnya ada yang dari Lampung, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Jepara," tambahnya.

Kondisi tersebut membuat Titik trauma dan ketakutan. Sunari akhirnya melaporkan aksi teror yang dialami putrinya itu ke polisi.

Tonton video 'Cerita Titik Diteror Paket Misterius Selama 2 tahun':

[Gambas:Video 20detik]



Halaman

(rih/ams)