Tentang Cahaya Misterius di Balik Penemuan Emas Puluhan Kg di Klaten

ADVERTISEMENT

Round-Up

Tentang Cahaya Misterius di Balik Penemuan Emas Puluhan Kg di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 20:03 WIB
Para penemu puluhan kg perhiasa emas di Klaten
Foto perhiasan emas yang sempat ditemukan di Desa Wonoboyo Klaten (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)

"Ada empat guci saat itu yang kami temukan. Isinya perhiasan berbagai bentuk terbuat dari emas dan perak, beratnya sekitar 37-38 kg," jelas Widodo kepada detikcom.

Widodo teringat temuan emas itu ditemukan siang hari. Setelah itu, dia dan teman-temannya melapor ke balai desa karena merasa takut dengan penemuan harta karun emas itu.

"Ya kaget dan takut saat ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB. Lalu dilaporkan ke balai desa dan setelah dibawa ke balai desa terus adzan terdengar," kenang Widodo.

Setiba di balai desa, guci itu dibongkar. Dari guci itu ditemukan aneka jenis emas berupa uang hingga perhiasan.

"Mulai gelang, kalung, mangkok, tas koin kecil-kecil dan lainnya banyak dari emas dan perak semua. Semua dibawa petugas," tuturnya.

Sudadi juga bercerita temuan perhiasan itu ditemukan di kedalaman tiga meter. Dia teringat banyak pasir halus berwarna kekuningan.

"Banyak pasir warna cokelat kuning. Memang di timur ada sungai tapi mungkin pasir letusan gunung," ucap Sudadi.

Dari enam penemu guci berisi emas itu, kini hanya empat orang yang masih hidup. Di antaranya Widodo, Wito Lakon, Hadi Sihono, Surip dan Sumarno. Tak hanya emas, kala itu mereka juga menemukan batu-batu besar tak jauh dari lokasi penemuan emas.

"Sekitar empat patok ke selatan ada banyak batu bata kotak ukurannya besar seperti pondasi. Kalau batu candi tidak ada," ucap Widodo.

Para penemu puluhan kg perhiasa emas di KlatenFoto bokor emas yang sempat ditemukan di Desa Wonoboyo, Klaten Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Semua barang-barang tersebut dicatat oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng. Diwawancara terpisah, Pamong Budaya Madya BPCB Jateng Deny Wahju Hidajat membenarkan temuan itu terjadi di Desa Wonoboyo pada tahun 1990 silam. Berat perhiasan emas sekitar 27 kg, belum termasuk yang terbuat dari perak.

"Sebanyak 27 kg emas dalam bentuk perhiasan gelang, kelat bahu, badong, tas dan perlengkapan upacara lainnya. Temuan tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta dan peninggalan masa Mataram kuno abad 8-9 M," ucap Deny saat dihubungi detikcom.

Deny menyebut penemuan perhiasan emas ini pun menjadi temuan terbesar yang pernah dia catat. Aneka emas yang ditemukan enam warga di Desa Wonoboyo itu pun diduga digunakan sebagai perhiasan dan kepentingan upacara. Selain itu lokasi penemuan emas diduga sebagai rumah pejabat atau tokoh penting.

"Iya permukiman kuno. Dimungkinkan juga pejabat kerajaan," terangnya.

Kini di lokasi penemuan tersebut dibangun Rumah Situs Wonoboyo. Foto-foto semua barang yang dulu ditemukan di lokasi tersebut, dipajang di rumah tersebut. Foto juga dilengkapi dengan keterangan gambar, berat barang hingga lokasi penyimpanannya sekarang.


(ams/mbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT