Jurus Pedagang di Kudus Jaga Stamina Hewan Kurban: Jamu hingga Pijat

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 15:34 WIB
Kerbau hewan kurban di kandang Kudus ini mendapat jamu hingga layanan pijat, Kamis (16/7/2020).
Kerbau hewan kurban di kandang Kudus ini mendapat jamu hingga layanan pijat, Kamis (16/7/2020). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Pedagang hewan kurban di Kudus, Jawa Tengah, Sugeng Irawan (40) memiliki cara khusus untuk menjaga kesehatan ternak dagangannya. Salah satu terapi yang dilakukan adalah dengan memijat.

Pantauan detikcom di kandang milik Sugeng di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus, tampak sejumlah pekerjanya sibuk merawat ratusan ekor kerbau. Ada yang memberi minum, makan, hingga memijat kerbau.

Sugeng mengatakan kerbau yang sedang terlihat tidak sehat dan nafsu makan berkurang langsung mendapatkan pelayanan dengan dipijat. Mulai dari menepuk-nepuk bagian kepala hingga kaki bagian belakang. Pijat hewan ini dilakukan agar stamina hewan tetap terjaga, apalagi hewan baru datang dari luar daerah.

"Biasanya setelah perjalanan dari jauh, karena ambil hewan kerbau ini dari Jawa Timur. Kita lihat setelah turun dari kendaraan satu hingga dua hari, jika kesehatan menurun kita urut (pijat) dan kita berikan jamu, itu pasti," kata Sugeng saat ditemui wartawan di kandangnya, Kamis (16/7/2020).

Menurut Sugeng, pijat dilakukan di bagian tertentu tubuh hewan. Karena saraf badan yang dipijat akan mempengaruhi kesehatan dari hewan itu sendiri.

"Biasanya kita urut-urut di bagian tertentu, di bagian saraf-saraf pada bagian tertentu," ujar dia.

Kerbau hewan kurban di kandang Kudus ini mendapat jamu hingga layanan pijat, Kamis (16/7/2020).Kerbau hewan kurban di kandang Kudus ini mendapat jamu hingga layanan pijat, Kamis (16/7/2020). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

Tidak hanya pijat, Sugeng juga secara teratur memberikan ramuan jamu tradisional hingga mendatangkan mantri untuk mengecek kesehatan hewan. Dia juga mengaku memiliki ramuan jamu untuk menjaga kesehatan hewan, hanya dia tidak mau menjelaskan ramuan jamu tersebut.

"Manusia aja kan capai, hewan seperti itu. Setelah itu kita bongkar, kita dikandangkan setelah dua hari, kita berikan vitamin, jamuan, tiga hari ke depan nafsu makan baik yang kita anggap sehat," terang Sugeng yang sudah menekuni berdagang hewan kurban sejak 20 tahun lalu.

Apalagi, lanjutnya, saat menjelang Idul Adha banyak hewan yang dititipkan di kandangnya. Bahkan hingga kini ada sebanyak 200 ekor kerbau yang masih dititipkan.

"Kalau di sini pembeli itu beli dan terimanya pas hari H. Alias terima waktu dibutuhkan, misalnya beli tanggal 15 kebutuhan tanggal 30 kita antarkan pada tanggal 30. Sehingga ini banyak yang masih dititipkan di sini, ini sampai 200 ekor kerbau (yang masih dititipkan)," jelas dia.

Tonton video 'Antisipasi Antraks, Hewan Kurban di Gorontalo Dicek Kesehatannya':

Selanjutnya
Halaman
1 2