Kasus Corona Meroket di Solo, dari Nakes hingga Klaster Tahu Kupat

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 20:52 WIB
Poster
IIustrasi virus Corona. Foto: Edi Wahyono
Solo -

Setelah penambahan 18 kasus baru positif virus Corona atau COVID-19 yang mengagetkan pada Minggu (12/7) lalu, hari ini penambahan di Solo, Jawa Tengah terjadi lebih banyak yakni 29 kasus baru. Penambahan masih terkait kasus sebelumnya, mulai dari tenaga kesehatan (nakes) hingga klaster pedagang tahu kupat.

Dari nakes, ada tambahan 13 orang dari RSUD dr Moewardi (RSDM). Mereka berkaitan dengan 19 orang yang sebelumnya sudah dinyatakan positif.

"Yang berdomisili Solo ada 13 nakes. Masih ada dari luar kota. Itu pun belum selesai, jadi masih mungkin bertambah," kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Siti Wahyuningsih, Rabu (15/7/2020).

Kemudian dari klaster pedagang tahu kupat timur RS Kasih Ibu, Solo, ada tambahan 6 orang positif warga Purwosari. Sebelumnya ada 9 orang yang dinyatakan positif, antara lain nakes dan satpam RS Kasih Ibu, penjual dan tukang becak di sekitar lokasi.

"Kemarin tambah 9 orang, tapi hanya 2 orang yang dari Solo, lainnya dari Sragen, Sukoharjo, Karanganyar dan Boyolali. Kalau hari ini tambah 6 orang, itu kontak di luar area RS Kasih Ibu," ujarnya.

Kemudian dari Pasar Harjodaksino, ada tambahan 3 orang positif. Namun hanya 1 orang yang berdomisili di Solo.

"Dari pedagang Pasar Harjodaksino bertambah 3 orang. Satu dari Solo, satu dari Boyolali, satu dari Sukoharjo," katanya.

Hasil pelacakan anggota DPRD Jawa Tengah yang meninggal karena Corona, Syamsul Bahri, ada tambahan dua orang positif. Lalu ada tambahan enam orang positif berdasarkan pelacakan kasus positif di Semarang, yakni warga Penumping dan Karangasem.

"Ada warga Semarang positif COVID-19, dia sempat datang ke rumah keluarganya di Solo, 6 orang dites hasilnya positif," katanya.

Satu tambahan lainnya adalah warga Pajang yang melakukan tes swab mandiri di RSDM. Kondisinya tanpa gejala, sempat berkonsultasi ke Puskesmas Pajang dan diperbolehkan melakukan karantina mandiri dengan pengawasan ketat.

Dengan penambahan tersebut, jumlah kumulatif kasus positif di Solo menjadi 100 orang. Rinciannya, 32 orang rawat inap, 22 isolasi mandiri, 41 orang sembuh dan 5 orang meninggal.

Selanjutnya
Halaman
1 2