Setelah Rektor Lepas Seragam, Ketua Yayasan Uniba Solo Siap Mundur

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 13:10 WIB
Aksi demo di Uniba Solo, Kamis (2/7/2020)
Foto: Aksi demo di Uniba Solo, Kamis (2/7/2020) (Bayu Ardi/detikcom)
Solo -

Aksi demonstrasi civitas akademika Universitas Islam Batik (Uniba) Solo kembali digelar untuk ketiga kalinya hari ini. Setelah Rektor Uniba Pramono Hadi mundur, kini Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik (Yapertib) Sahrial Amri menyatakan siap mundur.

Mahasiswa, dosen dan karyawan Uniba sudah berkumpul di halaman Uniba Kamis (2/7), sejak pukul 08.00 WIB. Mahasiswa mengenakan pakaian serba hitam, sedangkan dosen dan karyawan mengenakan baju putih.

Mereka membakar ban dan melakukan orasi secara bergantian. Mereka meneriakkan tuntutan-tuntutan.

Tuntutan mereka masih sama dengan aksi unjuk rasa pada Selasa (30/6) lalu. Yakni mendesak Ketua Dewan Pembina Yapertib Solichul Hadi Ahmad Bakrie mundur dari jabatannya.

Alasannya antara lain Solichul melakukan banyak intervensi dalam kebijakan rektorat hingga terlalu mengatur dosen dan karyawan. Selain itu, Solichul dituding melakukan nepotisme dengan memasukkan keluarganya ke dalam yayasan.

Mahasiswa pun mempertanyakan penggunaan dana Yapertib. Sebab banyak kegiatan mahasiswa yang dipangkas dan tidak dibiayai.

Dari enam orang pengurus yayasan yang diundang menghadiri aksi, hanya Amri yang hadir. Dia pun mengikuti mediasi dengan perwakilan demonstran.

Usai mediasi, Amri diajak menghadapi massa. Salah satu orator menanyakan kepada Amri apakah siap untuk mundur dari jabatannya.

"Demi kebaikan bersama, apapun kami siap terutama saya siap maju, siap mundur juga," kata Amri di depan demonstran.

Namun, pernyataan tersebut masih belum memuaskan demonstran. Sebab target mereka adalah menurunkan Solichul beserta jajarannya.

Koordinator aksi, Amir Junaedi, mengatakan kehadiran Amri sebetulnya dilarang oleh yayasan. Namun Amri nekat hadir dan bersedia mundur dari yayasan.

"Pak Amri mengatakan pengurus yayasan tidak diperbolehkan berangkat ke acara aksi, tapi Pak Amri akhirnya datang dan siap jika diminta mundur," ujar Amir Junaedi saat jumpa pers.

Selanjutnya
Halaman
1 2