Cerita Pria di Brebes, Tenggelam 16 Jam dan Diajak Wanita ke Istana

Imam Suripto - detikNews
Sabtu, 20 Jun 2020 18:20 WIB
Pria asal Brebes Tarjono mengaku diajak berkeliling desa dan istana oleh wanita cantik saat dilaporkan hilang tenggelam
Foto: Pria asal Brebes Tarjono mengaku diajak berkeliling desa dan istana oleh wanita cantik saat dilaporkan hilang tenggelam (Imam/detikcom)

Tarjono mengaku hanya bisa menurut saat diajak wanita cantik itu ke sungai. Sebelum masuk ke air, Tarjono mengaku sempat minta waktu untuk melepas pakaiannya. Tak lama dia merasa tiba-tiba ada yang mendorongnya masuk ke air.

"Saya dituntun untuk masuk ke air. Pas di tepi sungai, saya bilang, sebentar mau melepas pakaian dulu. Setelah telanjang, tahu-tahu ada yang mendorong pantat dan langsung tercebur," terangnya.

"Anehnya pas jatuh di air, tahu-tahu saya berada di tengah desa. Semua orang yang saya kenal di desa ini semuanya ada. Jadi tidak merasa asing. Tapi mereka tidak pernah menoleh saat disapa. Kepala mereka merunduk semua," tutur Tarjono.

Selama di desa itu, Tarjono mengaku diajak berkeliling dan dibawa ke istana yang berada di sebuah gunung. Dia mengaku berada di desa tersebut selama tiga hari.

"Sempat diajak keliling desa dan gunung yang ada istananya. Saya tiga hari jalan-jalan di situ sama wanita itu. Dia ada yang mengawal seorang laki-laki tua," sambungnya.

Hingga akhirnya Tarjono mengaku berjalan ke suatu tempat yang mirip tahanan. Dia melihat banyak temannya yang dimasukkan ke penjara. Wanita cantik itu pun memintanya masuk ke penjara tersebut.

"Ada semacam suara 'aja' (jangan). Terus saya pun menolak masuk ke penjara itu. Tidak mau saya," kenangnya.

Pria asal Brebes Tarjono mengaku diajak berkeliling desa dan istana oleh wanita cantik saat dilaporkan hilang tenggelamFoto: TKP Sungai tempat Tarjono ditemukan mengambang usai dilaporkan hilang tenggelam.
(Imam/detikcom)

Saat dia menolak dimasukkan ke penjara itulah, dia merasa ada yang menendangnya hingga terjatuh. Keanehan pun kembali terjadi. Setelah ditendang hingga jatuh, Tarjono tiba-tiba muncul di permukaan air.

"Kaget pas ditendang itu, tiba-tiba saya berada di air. Ada banyak orang di pinggir saluran. Ternyata mereka sedang mencari saya, karena telanjang saya minta tolong diambilkan handuk," ceritanya.

Usai muncul di permukaan air, Tarjono lalu dibawa warga ke Puskesmas Larangan untuk mendapatkan pertolongan medis. Dia sempat dirawat semalam sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.


(ams/ams)