ORI DIY Terima Aduan soal Bansos-Naiknya Tarif PLN Saat Pandemi Corona

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 17:35 WIB
Kepala ORI Perwakilan DIY Budhi Masturi saat diskusi publik launching kajian penanganan COVID-19 di DIY bersama LBH dan IDEA
Foto: Tangkapan layar Kepala ORI Perwakilan DIY Budhi Masturi saat diskusi publik launching kajian penanganan COVID-19 di DIY bersama LBH dan IDEA
Yogyakarta -

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat ada 44 aduan selama pandemi virus Corona atau COVID-19. Mayoritas laporan berkaitan dengan bantuan sosial (bansos) yang diberikan selama masa pandemi.

Kepala ORI perwakilan DIY, Budhi Masthuri menjelaskan, bahwa ORI telah membuka posko pengaduan, khususnya terkait dampak COVID-19 sejak awal bulan Mei. Khusus untuk DIY, dari 44 aduan itu mayoritas soal bansos hingga kenaikan tarif PLN dan kesehatan.

"Untuk ORI DIY menerima 44 aduan, 39 aduan bansos, 4 aduan soal keuangan seperti naiknya tarif PLN dan PDAM dan saru aduan soal layanan kesehatan," kata Budhi saat diskusi publik Launching Kajian Penanganan COVID-19 di DIY secara online bersama LBH dan IDEA, Rabu (17/6/2020).

Budhi menyebut sebagian besar aduan tersebut telah diselesaikan oleh pihaknya. Sementara itu, beberapa aduan masih dalam proses penyelesaian.

"Sebagian sudah diselesaikan, seperti yang aduan membengkaknya tarif PLN dan PDAM sudah kita adakan public hearing dengan yang bersangkutan," ujarnya.

Simak video 'Tagihan Listrik Naik, PLN: Bayar Bisa Dicicil':

Selanjutnya
Halaman
1 2