ADVERTISEMENT

3 Tersangka Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Jalani Sidang Perdana

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 19:52 WIB
Sidang perdana tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman, Senin (15/6/2020).
Sidang perdana tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman, Senin (15/6/2020). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU, para terdakwa diduga melakukan kelalaian. Untuk itu para terdakwa didakwa dengan Pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP Jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

"Atas peristiwa itu, sebanyak 10 siswa SMPN 1 Turi meninggal dunia. Atas kejadian itu, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP Jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP," tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa DDS, Safiudin mengaku tidak akan mengajukan eksepsi atas surat dakwaan JPU. Pihaknya akan memperjuangkan sejauh mana tanggung jawab terdakwa dalam kegiatan susur sungai.

"Kami tidak mengajukan eksepsi. Terdakwa ini bertugas di garis finish dan mengambil foto siswa. Saat mengetahui kejadian tersebut, terdakwa langsung turun dan menolong siswa," kata Safiudin.

Diketahui, tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman terjadi pada Jumat 21 Februari 2020. Peristiwa nahas itu terjadi saat 249 siswa SMPN 1 Turi tengah mengikuti ekstrakurikuler Pramuka dengan kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Donokerto, Turi. Di tengah kegiatan, arus sungai tiba-tiba deras dan membuat para peserta hanyut. Sebanyak 10 siswi tewas dalam peristiwa tersebut.

Polres Sleman kemudian menetapkan tiga pembina Pramuka dalam kegiatan susur sungai SMPN 1 Turi itu sebagai tersangka, yakni berinisial IYA, RY dan DDS.


(rih/rih)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT