Siap Sambut Kedatangan Mahasiswa, Kades di Sleman Ini Pantau 3.000 Kos-kosan

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 12:03 WIB
Kos di dekat UGM dan UNY, Senin (9/7/2018).
Kos di dekat UGM dan UNY. (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)
Sleman -

Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengeluarkan SE Nomor 443/01352 tentang panduan penerimaan kedatangan mahasiswa dari luar daerah di wilayah Kabupaten Sleman selama masa Pandemi virus Corona atau COVID-19. Salah satu poinnya yakni meminta agar pemangku wilayah untuk memantau kedatangan mahasiswa yang ngekos di wilayahnya.

Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji menjelaskan pemantauan terhadap mahasiswa terus berjalan. Sesuai dengan SE itu, sudah ada tugas masing-masing dari tingkat RT hingga perguruan tinggi.

"Jadi di surat sudah ada pembagian tugas dari tingkat bawah hingga perguruan tinggi. Kita langsung berjalan ini untuk pendataannya," kata Reno saat dihubungi wartawan, Rabu (10/6/2020).

Reno menjelaskan di Condongcatur merupakan salah satu wilayah yang padat kos-kosan. Pasalnya, banyak universitas besar di Kecamatan Depok, Sleman itu.

Reno menyebut, setidaknya ada 3.000 kos-kosan yang berada di Desa Condongcatur. Nantinya, dia bersama dengan perangkat desa lain seperti RT RW akan terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap penghuni kos.

"Di Condongcatur setidaknya ada 3 ribu kos-kosan dari skala kecil hingga besar. Nanti kita dengan RT RW akan pantau dan data karena ini tanggung jawab bersama, supaya bisa menanggulangi penyebaran COVID-19," tegasnya.

Untuk itu, dia meminta ada sinergi dari semua pihak. Mulai dari pemilik kos hingga pihak kampus.

Selanjutnya
Halaman
1 2