DPRD Banjarnegara Bakal Bentuk Pansus Soal Pengadaan Kalender Rp 2,1 M

Uje Hartono - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 19:02 WIB
Gedung DPRD Banjarnegara.
Foto: Gedung DPRD Banjarnegara. (Uje Hartono/detikcom)

Sebelumnya, Ismawan mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut dari audiensi DPRD dengan 20 Kepala Puskesmas di Banjarnegara yang digelar pada Selasa (2/6).

"Mereka ingin bertemu dengan kami untuk menyampaikan beberapa hal kaitannya janggal dengan pengadaan kalender yang nilainya fantastis mencapai Rp 2,1 miliar. Sehingga mereka meminta bantuan kepada kami, tentunya mereka bisa jadi bersalah karena kesalahan prosedur yang sebenarnya versi mereka karena mereka tidak tahu," ujarnya.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara dr Ahmad Setiawan memastikan jika anggaran pengadaan kalender tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik, bukan dana APBD.

"Proses pengadaan, Puskesmas yang melaksanakan. Saya serahkan proses perbedaan pendapat silahkan. Saya bilang bahwa proses ini DAK non fisik bukan APBD. Dan ini draft awal, sehingga ketika ada (anggaran) geser-geser itu, digunakan untuk COVID-19, COVID-19 kan tidak semuanya," tuturnya kemarin.

Ia menyampaikan, sasaran penerima kalender adalah setiap rumah tangga yang ada di Banjarnegara. Media promosi ini dinilai lebih bisa dilihat masyarakat dibanding poster, leaflet dan lainnya.

"Aku tidak bisa ngomong ini kalender kenapa, supaya yang bisa dilihat masyarakat apa? Poster tidak pernah ditempel, dulu pernah membuat, juga leaflet. Tujuannya nomor-nomor penting dan pelayanan kesehatan tiap Puskesmas," jelasnya.


(sip/sip)