Banjir Rob di Kota Pekalongan, Walkot: 7.700 KK Terdampak

Robby Bernardi - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 19:10 WIB
Banjir rob di Perumahan Slamaran, Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, Kamis (4/6/2020), pukul 09.00 WIB
Foto: Banjir rob di Perumahan Slamaran, Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, Kamis (4/6/2020), pukul 09.00 WIB/dok. foto: Robby/detikcom
Kota Pekalongan -

Wali Kota Pekalongan M Saelany Mahfudz menyebutkan sebanyak 7 ribu kepala keluarga (KK) di wilayahnya terdampak banjir rob. Untuk penyebab banjir rob disebut karena sejumlah faktor.

"Yang terdampak banjir rob, ada 7.700 (KK) dan Slamaran terdampak cukup besar," kata Saelany, Kamis (4/6/2020).

Saelany menjelaskan banjir rob yang terjadi di wilayahnya itu bersumber dari empat titik yakni jebolnya tanggul di Randujajar di Kelurahan Tirto, meluapnya Sungai Loji, Gramer dan limpasan dari pantai.

"Yang pertama itu batu jajar yang ada di daerah Tirto itu, memang di sana itu jebol. Kemudian Kali Loji. Kali Loji ini limpasan dari sungai itu yang kena adalah jalan Surabaya dan jalan Semarang, yang ketiga adalah di Gramer, dan satunya di pantai," terang Saelany.

Diberitakan sebelumnya, BPBD Jawa Tengah (Jateng) melaporkan ada enam daerah di wilayah Jateng mengalami banjir rob dengan ketinggian mencapai 60 cm. Wilayah paling terdampak banjir rob yaitu di Demak dengan sembilan desa terendam.

Selanjutnya
Halaman
1 2