Polisi Diminta Transparan soal Kematian Terduga Teroris Solo Saat Ditahan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 19:53 WIB
ilustrasi penjara
Ilustrasi. Foto: Andi Saputra
Solo -

Seorang terduga teroris asal Solo, Bagus Kurniawan (26), meninggal saat menjalani masa penahanan. Polisi diminta memberikan penjelasan terkait kematian Bagus.

Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) Solo sekaligus pendamping keluarga, Endro Sudarsono, mengatakan pihak keluarga tidak mendapatkan keterangan secara jelas terkait kematian Bagus.

"Kami (minta) kepada kepolisian untuk memberikan keterangan yang transparan dan terbuka terkait kronologis, termasuk penyebab pasti kematian almarhum Bagus Kurniawan, dengan bukti medis yang bisa di percaya," kata Endro saat dihubungi detikcom, Rabu (3/6/2020).

Dia juga mempertanyakan penanganan kesehatan di rutan kepada para tahanan, apakah sudah sesuai prosedur.

"Kami menuntut pertanggungjawaban semua pihak yang terkait dalam penanganan kesehatan almarhum Bagus Kurniawan selama menjadi tahanan yang mengakibatkan almarhum meninggal," ujarnya.

Lebih lanjut, Endro meminta Komnas HAM dan DPR RI untuk menginvestigasi penyebab kematian warga Kelurahan Kemlayan RT 02 RW 03, Serengan, Solo itu.

"Kami meminta kepada Komnas HAM dan DPR RI untuk melakukan investigasi atas kematian Bagus Kurniawan," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, seorang terduga teroris asal Solo, Bagus Kurniawan (26), meninggal saat menjalani masa penahanan. Bagus disebut meninggal karena sakit mag.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2