Amphuri Jateng Akui Calhaj Mulai Tanyakan Cara Refund Biaya Haji

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 13:30 WIB
Ketua DPD Amphuri Jawa Tengah, Endro Dwi Cahyono
Ketua DPD Amphuri Jawa Tengah Endro Dwi Cahyono. (Foto: Dian Utoro Aji)
Kudus -

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) DPD Jawa Tengah yakin calon jemaah haji memahami keputusan pemerintah membatalkan pemberangkatan haji tahun 2020. Namun saat ini disebut sudah ada calon jemaah mulai menanyakan prosedur pengembalian biaya pelunasan ibadah haji.

"Jemaah haji Indonesia saya yakin memahami kondisi saat ini. Meskipun begitu, saya yakin ada yang saat ini mendengar memang sudah ada pertanyaan refund. Tapi realisasinya belum. Karena pengumuman pembatalan haji baru kemarin," jelas Ketua DPD Amphuri Jawa Tengah Endro Dwi Cahyono kepada wartawan di Kudus, Rabu (3/6/2020).

Endro mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum melakukan penghitungan potensi kerugian akibat keputusan pembatalan pemberangkatan haji tahun 2020. Menurutnya, prioritas Amphuri saat ini membantu pemerintah menenangkan para calon jemaah haji yang batal berangkat tahun ini.

"Kita sesuai dengan pemerintah. Konsentrasi kita belum menghitung kerugian. Semua harus tenang, pembatalan ini bukan atas kehendak manusia tetapi ini wabah. Saya yakin masyarakat memahami kondisi ini dan saya minta jangan sampai malahan dipolitisasi," sambungnya.

Lebih lanjut, menurutnya dari pihak biro perjalanan haji dan umroh saat ini belum sempat membayar uang muka pelaksanaan haji. Hal tersebut anjuran dari Pemerintah Arab Saudi sebelumnya dalam maklumat agar pemerintah Indonesia tidak melakukan pembayaran awal terkait ibadah haji tahun 2020.

"Saya itu semua khususnya (pelayanan) haji sudah terkoordinasi dengan Kemenag. Kemarin pemerintah Arab Saudi sudah mengeluarkan maklumat pihak Indonesia tidak melakukan pembayaran deal terkait biaya transportasi di Arab Saudi," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar para calon jemaah haji bersabar dengan kondisi pandemi Corona ini. Ia berharap agar permasalahan ini segera terselesaikan, sehingga pelaksanaan ibadah haji kembali bisa dilaksanakan.

(mbr/sip)