Petugas Medis Corona Sragen yang Diancam Via WA Akhirnya Angkat Bicara

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 18:29 WIB
S, tenaga medis Corona di Sragen yang mendapat ancaman via WA
S, tenaga medis Corona di Sragen yang mendapat ancaman via WA. (Foto: Andika Tarmy/detikcom)

S mengaku tidak tahu alasan pengirim pesan merasa dizalimi. Dirinya memastikan seluruh proses penanganan pasien sudah sesuai prosedur yang ada.

"Kalau takut, saya tidak. Itukan juga risiko pekerjaan, saya harus siap dengan risiko apapun. Cuma tidak nyaman, karena saya sebagai petugas sudah menjalankan tugas sesuai dengan prosedur yang ada. Saya dengan pasien positif itu hubungannya baik, cuma mungkin ada orang-orang yang tidak suka, saya mikirnya seperti itu," paparnya.

Sebagai tenaga medis, S berharap suasana tetap kondusif. Jika bisa bertemu dengan pelaku pengirim pesan, S ingin masalah ini selesai secara kekeluargaan.

"Mungkin yang meneror saya kurang pemahaman saja. Mungkin nanti mereka paham tujuannya petugas kesehatan ini bukan bermaksud untuk menzalimi. Kita itu niatnya untuk mengobati biar semua masyarakat tetap sehat. Yang (kirim) WA itu juga termasuk masyarakat, juga saudara kita. Tetap harus kita rangkul, jangan terus kita intimidasi, kalau menurut saya itu tidak perlu," papar S.

Sebelumnya diberitakan, seorang petugas medis perempuan di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mendapatkan intimidasi saat melakukan pelayanan terhadap salah satu pasien terkonfirmasi virus Corona (COVID-19) di wilayah tersebut. Pelaku melakukan intimidasi dengan kata-kata bernada ancaman yang dikirim melalui pesan singkat WhatsApp (WA) kepada petugas medis tersebut.


(mbr/mbr)