Syarat New Normal Menurut Bupati Sragen: Harus Disiapkan Aturan Jelas

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 21:02 WIB
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Sabtu (14/3/2020).
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati --14/3/2020. (Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menegaskan pihaknya belum mengajukan new normal. Yuni meminta pemerintah pusat terlebih dulu menyiapkan aturan jelas agar pelaksanaan new normal bisa sinkron dengan protokol kesehatan.

Yuni mengatakan kebijakan new normal perlu pertimbangan matang sebelum diputuskan pelaksanaannya. Meskipun kebijakan tersebut membantu dari sudut pandang ekonomi namun kesiapan daerah tidak boleh dikesampingkan.

"Tapi tentu saja aturannya harus jelas. Kalau misalnya tidak sinkron juga, nanti kami di daerah akan terjadi peningkatan orang positif COVID-19," kata Yuni kepada wartawan di Sragen, Kamis (28/5/2020).

Sragen sendiri, lanjutnya, belum mengajukan konsep new normal, karena diakui hingga saat ini pemerintah daerah belum bisa mengendalikan angka kasus positif sampai dengan nol.

"Dalam rangka menuju new normal kita tetap harus persiapan. Nah sekarang semua toserba sudah ada sarana cuci tangan. Selanjutnya, kita butuh konsep new normal yang bisa diimplementasikan di daerah itu (seperti) apa. Jadi kami bisa memberikan instruksi yang sama kepada pengusaha dan masyarakat," ujar bupati yang juga seorang dokter tersebut.

Sinkronisasi aturan tersebut, menurut Yuni, sangat penting dalam menghadapi pandemi yang menyulitkan seperti sekarang. Sebab jika tidak, akan berdampak kepala daerah mengambil kebijakan sendiri yang justru mendapatkan sorotan karena tidak sesuai dengan pemerintah pusat.

"Harapan kami dalam kondisi yang seperti ini, mari kita sama-sama. Kita tidak men-judgement pemerintah pusat. Kami hanya ingin semua linier, kita guyub rukun supaya Corona ini bisa kita kendalikan sama-sama dari tingkat pusat sampai daerah," tegasnya.

(mbr/rih)