PP Muhammadiyah Kembali Serukan Salat Id di Rumah

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2020 03:43 WIB
Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (19/11/2018).
PP Muhammadiyah. (Foto: dok. detikcom)

Sedangkan di sisi lain, dalam rangka mengamalkan bagian lain dari petunjuk agama itu sendiri, yaitu agar umat Islam selalu memperhatikan riʻāyat al-maṣāliḥ, perwujudan kemaslahatan manusia, berupa perlindungan diri, agama, akal, keluarga, dan harta benda dan menjaga agar kita tidak menimbulkan mudarat kepada diri kita dan kepada orang lain.

"Bahkan sebaliknya, tidak ada ancaman agama atas orang yang tidak melaksanakannya, karena salat Id adalah ibadah sunah," ucap Haedar secara tegas.

Dalam pandangan Islam, perlidungan diri (jiwa dan raga) sangat penting sebagaimana Allah menegaskan dalam Al-Quran, yang artinya 'Barangsiapa mempertahankan hidup satu manusia, seolah ia memberi hidup kepada semua manusia' [QS Al-Maidah/5: 32].

"Menghindari berkumpul dalam jumlah banyak berarti kita berupaya memutus rantai pandemi COVID-19 dan berarti pula kita berupaya menghindarkan orang banyak dari paparan virus Corona yang sangat mengancam jiwa ini," katanya.

Haedar juga mengimbau agar kaum muslim yang berkemampuan hendaknya menunaikan zakat fitrah sebelum masuk 1 Syawal selain zkat, infaq, dan shadaqah. Perbanyak takbir, tahmid, tasbih, dan berdzikir kepada Allah. Seraya memupuk kasih sayang, kelekatan, dan kegembiraan dalam merayakan idul fitri di keluarga.

"Melalui media teknologi informasi, telepon, dan media sosial dapat dikembangkan silaturahmi dengan saudara dan handai tolan sehingga terjalin erat persaudaraan, kebersamaan, dan keakraban antar sesama. Kembangkan saling memaafkan dan semangat untuk peningkatan amal saleh demi kemajuan hidup muslim dalam menebar misi rahmatan lil-'alamin," ucapnya.

Haedar juga meminta kepada anggota dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan dan lingkungan agar menaati dan melaksanakan Surat Edaran dan Maklumat yang telah dikeluarkan berkaitan dengan Tuntunan Ibadah dalam situasi darurat COVID-19 sebagai wujud berorganisasi dalam satu barisan yang kokoh (QS Ash-Shaff/61: 4).

"Semoga Allah mengeluarkan kita dari musibah serta melindungi umat Islam dan bangsa Indonesia dari segala bahaya ini dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya," pungkasnya.

selanjutnya
Halaman

(rih/mbr)