Dirumahkan Gegara Pandemi, Pria Klaten Ini Nekat Tawarkan Ginjalnya

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 02 Mei 2020 21:07 WIB
Pria Klaten ini rela jual ginjal usai dirumahkan gegara pandemi Corona
Foto: Pria Klaten ini rela jual ginjal usai dirumahkan gegara pandemi Corona (Achmad Sayuqi)
Klaten -

Frans Larry Oktavianus (43) berjalan kaki sambil membawa poster di pundak dan punggungnya menawarkan ginjalnya untuk dijual. Pria yang mengaku beralamat di Dusun Karangasem, Jogonalan, Klaten itu berniat menawarkan ginjalnya untuk mencukupi kebutuhan keluarga setelah dirumahkan dari tempat kerjanya di tengah pendemi Corona atau COVID-19.

"Kemarin saya udah dirumahkan karena pekerjaan sepi setelah Corona. Padahal saya ada utang harus saya bayar, untuk makan dan kebutuhan," kata Larry saat ditemui detikcom di Jalan Yogya-Solo, Dusun Karangwuni Kulon, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten, Sabtu (2/5/2020).

Saat berbincang dengan detikcom, Larry tampak berjalan gontai ke arah utara. Dia menggendong tas, bermasker, dan memakai sandal jepit.

Di punggung dan dadanya terdapat selembar poster bertuliskan tangan. Di poster itu tertulis, 'Berkah Dalem, maaf saya Frans Larry O ingin jual ginjal untuk nafkahi keluarga saya, melunasi hutang, pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, makan agar keluarga saya tak diremehkan. Maaf saya bukan mengemis'.

Larry mengaku berjalan kaki hendak menuju ke Semarang. Jika memungkinkan, dia ingin bertemu Gubernur Jawa Tengah agar mendapat solusi.

"Saya ingin ke Semarang, kalau bisa ingin bertemu gubernur tapi saya yakin beliau juga banyak kerjaan. Saya hanya ingin seperti yang bapak lihat di tulisan," ungkap Larry dengan mata berkaca-kaca.

Larry mengatakan ginjalnya akan dijual untuk memenuhi kebutuhan anak. Dia mengaku memiliki empat anak, dan istrinya tidak bekerja.

"Anak saya empat, satu sudah tidak sekolah. Istri tidak kerja sebab ada si kecil dan kemarin saya dirumahkan," terang Larry.

Larry bercerita dia sebelumnya bekerja di cucian dan salon mobil di Jl Kaliurang, DIY. Namun, pekan lalu dia dirumahkan dengan pesangon Rp 300 ribu.

"Uang sebesar itu sudah habis. Padahal anak istri kan harus makan," ucap Larry.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2