Round-Up

Bupati Kudus Tamzil Masuk Bui Lagi: Dulu Korupsi, Kini Terima Suap

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 07:40 WIB
M Tamzil berbincang dengan penasiihat hukumnya usai divonis Pengadilan Tipikor Semarang
Tamzil berbincang dengan penasiihat hukumnya usai divonis. (Foto: Angling AP/detikcom)
Semarang -

Bupati Kudus nonaktif, M Tamzil divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 250 juta terkait kasus suap dan gratifikasi. Dia juga dihukum membayar Rp 2,125 miliar dan pencabutan hak politik. Dia juga pernah dibui terkait tindak pidana korupsi saat menjabat bupati periode sebelumnya.

Ketua Majelis Hakim Tipikor Semarang Sulistiyono menilai terdakwa melanggar Pasal 11 UU RI No 20 Tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Tamzil juga dinyatakan terbukti melanggar pasal 12 B UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan penjara kepada terdakwa Muhammad Tamzil," kata Sulistyono, Senin (6/4/2020).


Hakim menyebut M Tamzil menikmati uang suap Rp 350 juta. Dalam tuntutan jaksa KPK disebut ada 3 kali pemberian suap dengan jumlah total Rp 750 juta. "Terdakwa hanya menerima penyerahan pertama dan kedua sebesar Rp 350 juta," katanya.

Hal itu karena pada penyerahan ketiga yaitu Juli 2019 terjadi OTT KPK dengan barang bukti uang Rp 145 juta yang diamankan dari mantan staf khusus bupati Agoes Soeranto dan tidak diperoleh bukti uang lainnya pada saat penggeledahan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3