Jangan Konsumsi Vitamin-Suplemen Sepanjang Waktu Lebih dari 2 Bulan!

Tim detikcom - detikNews
Senin, 30 Mar 2020 12:05 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona. (Fauzan Kamil/detikcom)
Yogyakarta -

Pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap bahan bersifat imunomodultator atau vitamin dan suplemen tidak direkomendasikan untuk digunakan sepanjang waktu lebih dari 8 minggu atau sekitar dua bulan. Hal ini agar gangguan kesehatan yang dialami pasien tidak tertutupi oleh efek imunomodulator tersebut.

"Konsumsi tidak boleh lebih dari 8 minggu agar jika pasien mengalami gangguan kesehatan dapat diketahui, tidak tertutupi oleh efek imunomodulator tersebut. Jika terjadi gangguan kesehatan, maka penderita harus memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan," ujar Ketua Program Studi Profesi Apoteker, Dosen Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi UGM, Apt Ika Puspitasari, MSi, PhD.

Hal ini disampaikan Ika melalui keterangan tertulis yang dikirim oleh Humas UGM, Senin (30/3/2020). Rekomendasi terkait konsumsi imunomodulator tersebut, kata Ika, dikeluarkan oleh otoritas pengawas obat di beberapa negara Eropa.

Ika melanjutkan, penggunaan imunomodulator juga tidak direkomendasikan diberikan pada pasien-pasien penyakit kronis seperti leukemia, TB, dan penyakit autoimun seperti SLE, Rheumatoid artritis, Idiopatik trombositopeni purpura, dan DM tipe 1.

Selanjutnya
Halaman
1 2