Mumtaz Rais Tak Sejalan dengan Loyalis Bapaknya, Pembangkangan?

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 20:19 WIB
Zulkifli Hasan (Zulhas) terpilih kembali menjadi Ketua Umum PAN. Zulhas mengungguli kandidat lain yaitu Mulfachri dan Dradjad.
Mumtaz Rais dan Zulkifli Hasan satu frame saat Kongres V PAN di Kendari (Foto: Lamhot Aritonang)
Yogyakarta -

Politikus Mumtaz Rais membela mertuanya yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan soal usulan PAN reformasi. Putra Amien Rais ini juga mengaku sama-sama merasa dianiaya. Bentuk pembangkangan ke Amien Rais?

"Jadi dinamika PAN terakhir statement Mumtaz lebih mertuanya daripada bapaknya anak, tidak bisa dibaca relasi kekerabatan, anak-bapak, anak-mertua. Kenapa, karena statement ini lahir dari faksi degeneratif," kata dosen Departemen Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM, Arya Budi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (12/3/2020).

Arya menuturkan situasi PAN yang memanas ini terjadi karena adanya pihak yang tidak terakomodir di kepengurusan baru. Arya menyebut pernyataan Mumtaz semakin menunjukkan adanya faksi tersebut.

"Nah statement Mumtaz, ini menjelaskan faksi degeneratif karena kongres tidak mampu mengelola faksi. Mumtaz ini kita lihat sebagai politisi, (mempertimbangkan) political gain dan political lost, ada potensi Mumtaz mau mengamankan posisinya di PAN atau di jabatan publik," urai Arya.

Selain itu, menurut Arya dengan mendukung Zulkifli Hasan, Mumtaz juga dinilai mengamankan posisinya di struktur partai ataupun memuluskan rencananya maju di Pilkada Sleman. Seperti diketahui, Mumtaz berambisi untuk maju di Pilkada Sleman entah sebagai calon bupati ataupun wakil bupati.

"Praktis kepemimpinan PAN didominasi kubu Zulhas yang didukung Sutrisno Bachir dan Hatta Rajasa, sehingga posisi dia di PAN kalau dia pengin punya akses jabatan di PAN atau jabatan publik itu akan dijaga. Nah jadi satu hal soal Mumtaz tidak hanya dibaca apakah dia membangkang ke bapaknya tidak, jangan-jangan itu meang bagian dari political gainnya dia karena terancam political lost," urai Arya.

"Hal lain jangan-jangan itu bagian dari (strategi) Amien Rais mengatur langkah politiknya, mendistribusikan power ke anak-anaknya. Misalna dia secara politik kehilangan, tapi di internal dia punya orang, itu yang perlu kita baca," paparnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2