Melihat Lagi Perjalanan Raja dan Ratu Belanda Sehari di Yogyakarta

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 12:20 WIB
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menerima Raja Belanda, Willem Alexander dan Ratu Maxima di Gedhong Jene, Yogyakarta.
Raja Willem Alexander bertemu dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta, Rabu (11/3/2020). (Pradito Rida Pertana/detikcom)

"Kembali ke sini (Indonesia) tadi ngobrol saja. Yang dialog (GKR) Mangkubumi tadi. Kalau kita sekadar ngomong, ngobrol saja," lanjut Sultan.

Menurutnya, Raja Willem lebih banyak berbincang dengan GKR Mangkubumi karena keduanya saling mengenal. Sebab, tahun lalu anak-anak Sultan diundang dalam pembukaan museum naskah-naskah Indonesia di Leiden, Belanda.

Dari Keraton Yogyakarta, Raja dan Ratu Belanda melanjutkan perjalanan ke Kampung Cyber di Patehan, Kemantren Kraton, Yogyakarta. Setiba di Kampung Cyber, keduanya masuk ke sebuah galeri seni. Rombongan Raja dan Ratu Belanda berada di galeri seni hanya beberapa menit. Kemudian Raja Belanda mengunjungi Batik'e Lok Iwon untuk mengambil setelan batik yang dipesan.

Setelan batik yang dipesan merupakan karya Iwan Setiawan (47). Motif yang dibuat menggabungkan motif tradisional dan kontemporer.

Selain mengambil batik pesanan, Raja Willem menerima karikatur bergambar dirinya dengan sang ratu. Raja juga mendapatkan cenderamata dari Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti berupa miniatur Tugu Pal Putih.

Setelah menerima cenderamata dan batik, pukul 13.51 WIB Raja Willem dan Ratu Maxima meninggalkan Kampung Cyber. Dijadwalkan Raja Belanda akan menghadiri acara di UGM.

Rektor UGM Panut Mulyono menerima kunjungan Raja dan Ratu Belanda di Balai Senat UGM. Keduanya mengunjungi UGM dalam rangkaian kunjungan kerajaan dengan didampingi Menteri Luar Negeri Belanda Stephanus Abraham Blok dan Duta Besar Belanda untuk Indonesia Ambassador Swartbol.

Di sela-sela kunjungan itu, Ratu Maxima diberi kesempatan pihak UGM untuk menyilangkan anggrek. Nantinya, anggrek hasil persilangan itu bernama Vanda Tricolor Lindley 'Queen Maxima'.

Kemudian pada malam harinya, Raja dan Ratu Belanda bertolak ke Candi Prambanan. Keduanya disuguhi pertunjukan sendratari Ramayana di panggung tertutup Ramayana Balet, Prambanan. Sendratari itu mengangkat salah satu fragmen cerita saat Sinta diculik oleh Rahwana.

Sesekali Raja Willem tampak berdecak kagum melihat pertunjukan yang disajikan. Di akhir pertunjukan, Raja Willem dan Ratu Maxima memberikan tepuk tangan. Keduanya lantas menghampiri para penari untuk memberi selamat.

Seusai pertunjukan sendratari Ramayana, acara dilanjutkan dengan pertunjukan musik etnik kontemporer dari salah satu band indie Rubah di Selatan. Band tersebut membawakan satu repertoar lagu. Raja dan Ratu pun turut memberikan selamat.

Halaman

(sip/mbr)