Round-Up

Heboh Semburan Lumpur dan Batu di Grobogan, Bupati Takut Jadi 'Lapindo'

Arif Syaefudin - detikNews
Minggu, 01 Mar 2020 08:28 WIB
Tangkapan layar semburan air lumpur di Grobokan
Foto: Tangkapan layar semburan air lumpur di Grobokan (dok. Istimewa)

Pengurus Yayasan Yatama, Kahar Muhroji mengatakan, pengeboran sebelumnya bertujuan untuk membuat sebuah sumur sumber air. Pengeboran dilakukan sejak hari Rabu (26/2) kemarin.

"Pengeboran sumur sedalam 60 meter, awalnya ya tidak ada tanda-tanda apapun. Pengerjaan terakhir kemarin sore," kata Kahat saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.

Kahar mengaku ketika melakukan proses pengeboran sumur, tidak terjadi apapun. Namun, ketika mulai dilakukan proses pemasangan pipa paralon, terjadi luberan di sekitar titik pengeboran.

Heboh Semburan Lumpur dan Batu di Grobogan, Bupati Takut Jadi 'Lapindo'Foto: Penampakan semburan air lumpur Sabtu (29/2) pukul 15.00 WIB (Arif Syaefudin/detikcom)

"Pengeborannya itu sudah mulai sejak Rabu. Kemudian pemasangan paralon kemarin, itu airnya langsung tumpah. Gak lama langsung terjadi semburan seperti ini," paparnya.

Kondisi semburan menyerupai air bercampur lumpur. Cairan cukup kental dan berwarna cukup pekat. Hanya saja cairan tersebut tidak menimbulkan bau yang menyengat.

Hingga kini lubang pengeboran sumur tersebut masih terus menyemburkan air bercampur lumpur. Material yang disemburkan kian pekat. Sekitar lokasi dipasangi garis polisi agar warga tidak mendekat.

Halaman

(sip/sip)