Saudi Setop Umroh, Biro Travel Yogya Belum Terima Pengajuan Refund

ADVERTISEMENT

Saudi Setop Umroh, Biro Travel Yogya Belum Terima Pengajuan Refund

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 13:41 WIB
Ilustrasi masjid nabawi madinah
Ilustrasi Masjid Nabawi (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Yogyakarta -

Pemerintah Arab Saudi memutuskan menangguhkan sementara kedatangan jemaah umroh dari luar negaranya demi mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Ini berdampak pada tertundanya keberangkatan para jemaah.

Manajer Operasional Travel Umroh Yogyakarta Zhafirah, Bayu Purnowicaksono mengatakan hingga saat ini belum ada permintaan untuk refund dari calon jemaah.

"Untuk teknis, sampai hari ini belum ada yang minta refund. Hanya saja (jemaah) meminta kejelasan terkait berita dan jadwal keberangkatan," kata Bayu saat dihubungi wartawan, Jumat (28/2/2020).

Bayu menjelaskan masih banyak jemaah yang menanyakan kepastian keberangkatan umroh terkait keputusan Pemerintah Saudi ini. Namun, jika nantinya ada permintaan refund, pihaknya akan mengarahkan untuk melakukan penjadwalan ulang.

"Jika memang nanti ada (refund), kita akan mengarahkan ke reschedule. Ini arahan dari asosiasi dan pemerintah," bebernya.

Soal penjadwalan ulang, Bayu menyebut pihaknya berpedoman dengan pemberitahuan yang dikirimkan pihak maskapai penerbangan.

"Untuk reschedule, hari ini melihat notice dari maskapai yang dikirimkan ke travel agent. Mereka memberikan batas waktu sampai dengan 15 Maret. Jadi jika ada keberangkatan sampai dengan 15 Maret diharapkan untuk melakukan penjadwalan ulang," ucapnya.

Simak Video "Jawaban Kemenag soal 1.400-an Jemaah Umroh yang Terlanjur di Saudi"

[Gambas:Video 20detik]

Dia memprediksi, penundaan umroh berlaku sampai 14 hari ke depan. Menurutnya saat ini, pihak Arab Saudi baru mempersiapkan karantina.

"Dari Saudia Airlines, dijelaskan kemungkinan indikasi (penundaan) sampai 13 Maret. Jadi diprediksi 14 hari ke depan, karena untuk persiapan karantina oleh pihak Arab Saudi kemungkinan itu waktunya," jelasnya.

"Kalau berhitung, mereka tidak akan menutup terlalu lama dengan potensi kehilangan devisa yang terlalu besar. Setelah tanggal 15 Maret diprediksi akan kembali normal," lanjut Bayu.

Diberitakan sebelumnya, Saudi melarang kunjungan sementara bagi WN Asing untuk melakukan umroh. Saudi juga menghentikan sementara kunjungan ke Masjid Nabawi, Madinah, demi mencegah penyebaran virus corona.

"Menghentikan sementara warga negara asing masuk ke Kerajaan Arab Saudi dalam rangka ibadah Umroh dan mengunjungi Masjid Nabawi," demikian rilis dari Kemlu Arab Saudi yang diterima setelah diterjemahkan Dubes RI Agus Maftuh Abegebriel, Kamis (27/2).

Pihak Saudi juga menutup pintu bagi wisatawan dari negara yang terjangkit virus corona. Menurut Saudi, hal ini dilakukan untuk melindungi warga negaranya.

"Menghentikan masuknya warga negara ke Kerajaan Arab Saudi dengan menggunakan visa wisata, bagi mereka yang datang dari negara-negara yang terkena wabah virus corona baru (COVID-19), merujuk kepada kriteria yang ditetapkan oleh lembaga kesehatan terkait Pemerintah Kerajaan," ujar keterangan pihak Saudi.

(ams/sip)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT