Dampak Badai Tropis Ferdinand, Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Yogya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 22:00 WIB
kantor bmkg yogyakarta
Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta. (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)
Yogyakarta -

BMKG menyebut munculnya badai tropis Ferdinand akan berdampak terhadap kondisi cuaca Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem akan terjadi di wilayah DIY pada Selasa (25/2) hingga Jumat (28/2).

"Potensi hujan sedang-lebat masih cukup tinggi di wilayah DIY," kata Kepala Stasiun Klimatologi Sleman BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas melalui keterangan tertulis, Selasa (25/2/2020).

Reni menjelaskan, hal tersebut dipicu menguatnya angin baratan yang banyak mengandung uap air, pola tekanan rendah di selatan Pulau Jawa dan Australia bagian utara yang cukup aktif, serta munculnya badai tropis Ferdinand di Samudera Hindia selatan NTB.

Sehingga menyebabkan pola pertemuan massa udara yang memanjang di Jawa, khususnya di DIY. Menurutnya, hal itu dapat memicu terjadinya hujan lebat di DIY selama beberapa hari.

"Kondisi tersebut diprakirakan menyebabkan udara hangat lembap serta labil. Sehingga berpotensi mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah DIY," ucapnya.

BMKG memprediksi hujan lebat di DIY akan melanda Kabupaten Sleman meliputi Kecamatan Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Minggir, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, Kalasan, Berbah, dan Prambanan. Kabupaten Kulon Progo akan terjadi di Kecamatan Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang, Galur, Lendah, Panjatan, Kokap, Wates, dan Temon.

Untuk Kabupaten Bantul, BMKG memprediksi hujan lebat akan terjadi di Kecamatan Sedayu, Kasihan, Sewon, Pajangan, Bantul, Pleret, Piyungan, Jetis, Imogiri, Dlingo, Srandakan, Sanden, dan Kretek. Selanjutnya di Kabupaten Gunungkidul hujan lebat diperkirakan melanda Kecamatan Gedangsari, Ngawen, Semin, Nglipar, Playen, Patuk, Paliyan, Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari, dan Ponjong. Serta seluruh wilayah Kota Yogyakarta.

"Diprakirakan bulan Februari adalah puncak musim hujan di wilayah DIY. Sehingga cuaca ekstrem masih akan terjadi sampai dengan bulan Maret 2020," ujarnya.

"Untuk itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yaitu, hujan lebat disertai petir dan angin kencang dengan durasi yang panjang, yang berdampak terjadinya longsor, banjir dan banjir bandang di wilayah DIY," sambung Reni.

(rih/rih)