Ramai di Medsos, Guru Dipolisikan Gegara Tampel Siswi di Rembang

Arif Syaefudin - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 21:12 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Rembang -

Polisi kini tengah menyelidiki kasus oknum guru di Rembang, Jawa Tengah yang diduga menampel siswinya saat kegiatan belajar-mengajar di kelas. Kasus ini jadi sorotan di media sosial.

Informasi soal oknum guru yang dipolisikan ini diunggah akun Facebook berinisial A, Minggu (16/2). Lewat statusnya itu A juga menyertakan surat pemanggilan sebagai tersangka oknum guru tersebut.

Lepas dari persoalan BENAR SALAH.... dan juga tentang RASA KEADILAN.... Sebagai WONG JAWA sing luwih nengenake RASA... Beginikah cara kita menyelesaikan sebuah persoalan!

Hari ini seorang GURU MADIN dipanggil polisi sebagai TERSANGKA..... hanya sebab pengin mendidik santri agar kelak menjadi seorang yang paham akan arti hidup..

Iki jane sing KEBANGETEN sapa leh ya... Babagan kaya ngene kok sampai ke LAPORAN KEPOLISIAN.....

APA KITA SUDAH KEHILANGAN NYALI UNTUK MENJADI JAWI......

Sehingga semua akan menjadi semakin ruwet dan jauh dari nilai nila KE-JAWA-AN kita....!

Unggahan itu mendapat beragam reaksi dari netizen, dan dibagikan sebanyak tiga kali. Mayoritas netizen menyayangkan peristiwa tersebut diselesaikan sampai ke polisi.

Dimintai konfirmasi, Kasatreskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito membenarkan soal laporan tersebut. Dia menyebut penyidikan kasus berdasarkan laporan yang dilakukan oleh korban.

"Terduga terlapor pada saat mengajar ada siswi. Karena mungkin dalam mengikuti mata pelajaran cukup terlambat akhirnya ditegur. Setelah ditegur namun kurang diindahkan. Kemudian disuruh maju ke depan kelas," kata Bambang saat dikonfirmasi, Rabu (19/2/2020).

"Saat siswi tersebut hendak kembali, terduga terlapor ini bukan memukul ya, tapi hanya menampel ya bahasanya. Kena tubuhnya," terangnya.

Bambang menyebut usai insiden tersebut korban merasa sakit badan. Orang tua siswi tersebut lalu melakukan visum dan melaporkan ke Polsek Sluke.

"Awalnya dilaporkan di Polsek, kemudian dilimpahkan kepada unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Rembang. Saat ini kita dalam proses penyidikan. Kita tetap akan menangani kasus inisecara hati, tapi kan memang masyarakat inginnya cepat," paparnya.

(ams/sip)