Round-Up

Saat Unnes Tepis Skorsing Dosen Sucipto Dikaitkan Dugaan Plagiasi Rektor

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 09:14 WIB
Sucipto Hadi Purnomo, dosen Unnes yang diskor gegara bercanda di FB
Sucipto Hadi Purnomo (Foto: Dok. Pribadi)
Semarang -

Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sucipto Hadi Purnomo, dibebastugaskan karena status Facebook yang dinilai menghina Jokowi. Rektor Unnes, Fathur Rokhman, menampik sanksi itu berkaitan dengan kesaksian Sucipto dalam kasus dugaan plagiasi disertasinya yang sedang diselidiki UGM.

'Penghasilan anak-anak saya menurun drastis pada lebaran kali ini. Apakah efek Jokowi yang terlalu asyik dengan Jan Ethes?' begitulah postingan yang diunggah Sucipto pada 10 Juni 2019.


Dengan tegas, Sucipto siap diajak untuk berdebat soal postingan yang dia unggah itu. Ia juga ingin agar yang menuduhnya menghina Jokowi untuk membuktikan.

"Yang telah menuding saya sebagai penghina Jokowi, harus membuktikannya," kata Sucipto kepada detikcom. "Saya sendiri kan siap diajak debat terbuka soal ini," tegasnya.


Anggota Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Kemendikbud, Profesor Engkus Kuswarno menanggapi dan mempertanyakan alasan Rektor Unnes melakukan skorsing terhadap Sucipto. Engkus menyebut tidak ada indikasi penghinaan terhadap presiden seperti yang disampaikan pihak universitas. Menurutnya SK tersebut merujuk kepada masalah ketidakdisiplinan pegawai.

"Cuma saya membaca teks dan konteksnya ini rasa-rasanya nggak ada unsur penghinaan. Dan anehnya kok yang ajukan gugatannya adalah rektornya sendiri yang menyatakan itu adalah penghinaan terhadap lambang simbol negara. Karena itu dalam proses makanya diberhentikan sementara," ujar Engkus.


Kemudian, Engkus mengaitkan kejanggalan tersebut dengan tugas Sucipto sebagai anggota Tim EKA Kemendikbud. Tim EKA ini pernah melakukan penyelidikan terhadap Rektor Unnes.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3