Pencarian Mbah Joko yang Diduga Hanyut di Sungai Pepe Boyolali Disetop

Ragil Ajiyanto - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 20:10 WIB
Pencarian Mbah Joko yang hilang diduga tenggelam di Sungai Pepe, Boyolali dihentikan, Minggu (16/2/2020).
Foto: Pencarian Mbah Joko yang hilang diduga tenggelam di Sungai Pepe, Boyolali dihentikan, Minggu (16/2/2020). (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Operasi pencarian oleh tim gabungan terhadap Tri Joko (82) yang diduga hanyut di Sungai Pepe, Boyolali disetop hari ini. Selama lima hari pencarian, pencarian Mbah Joko belum membuahkan hasil.

"Mulai sore tadi operasi pencarian oleh tim gabungan secara resmi kami tutup," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, Minggu (16/2/2020).

Kurniawan menjelaskan pencarian sejak korban dinyatakan hilang pada Rabu (12/2) lalu, tim SAR dan relawan telah menyisir alur Sungai Pepe. Korban diduga hanyut terseret arus sungai tersebut.

"Batas cakupan pencarian sampai Dam Pertapan, Ngasem (Colomadu, Karangamyar), kita lakukan penyisiran secara manual dan perahu karet. Namun hasilnya masih nihil. Kemudian kami kembali ke Posko untuk evaluasi dan hasilnya pencarian gabungan ditutup mulai hari ini," jelasnya.

Meski begitu, lanjut Kurniawan, para relawan di sejumlah titik tetap memantau alur anak sungai Bengawan Solo tersebut. Tim SAR Boyolali juga masih akan mencoba menyusuri dari titik awal lokasi korban diduga hilang besok.

"Mudan-mudahan ada indikasi (keberadaan korban)," harap dia.

Kurniawan menduga, jika benar korban hanyut di sungai itu maka tubuh korban diduga berada di bawah lumpur atau pasir di dasar sungai. Namun dugaan itu masih akan ditelusuri lagi.

Diberitakan sebelumnya, seorang Mbah Joko yang merupakan warga Dukuh Kemuning, Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, Boyolali hilang sejak Selasa (11/2) sore. Dugaan sementara korban hanyut di Kali Pepe, saat pulang dari sawahnya yang terletak di pinggir sungai tersebut.

(sip/sip)