Heboh Warga Curigai Mayat Tergantung di Makam Sukoharjo, Ini Kata Polisi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 18:16 WIB
Mayat tergantung di Sukoharjo, Minggu (16/2/2020).
Foto: Mayat tergantung di Sukoharjo. (Tangkapan layar dari media sosial)
Sukoharjo -

Warga Dukuh Rojomenggalan, Desa Ngemplak, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, dihebohkan dengan penemuan mayat di kompleks makam Congculi. Meski posisi mayat tergantung di pohon, warga menduga ada yang tidak wajar dengan kondisi mayat tersebut.

Kehebohan berawal dari pengendara sepeda motor yang melihat sosok pria yang berdiri bersandar di pohon pada Minggu (16/2/2020) sekitar pukul 07.00 WIB. Warga kemudian beramai-ramai mendatangi lokasi dan menemukan pria tersebut dalam kondisi tak bernyawa.

Diketahui, korban bernama AD (44), warga Baki, Sukoharjo. Saat ditemukan, lehernya terjerat tali tambang biru.

"Tadi warga mengira itu orang sedang buang air kecil. Ternyata ada orang menggantung," kata salah seorang warga sekitar, Suhartono.

Warga sempat mencurigai adanya kondisi yang tidak wajar, seperti luka di bagian muka dan darah pada lidah korban. Kabar ini semakin heboh di media sosial ketika warga mengunggah kecurigaannya itu ke media sosial hingga menjadi viral di media sosial dan aplikasi percakapan WhatsApp (WA).

Kapolsek Kartasura AKP Dani Permana mengatakan polisi telah mengevakuasi mayat tersebut. Polisi juga telah membawanya ke puskesmas untuk diperiksa.

"Dari pemeriksaan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban diduga bunuh diri," kata Dani.

Dugaan tersebut juga dikuatkan setelah polisi memeriksa keluarga korban. Kakak korban disebut kerap mendengar korban mengeluhkan kondisi kesehatannya yang sering mengalami epilepsi. Bahkan korban pernah mengutarakan keinginannya bunuh diri.

"Kakak korban juga pernah mendengar korban ingin bunuh diri. Keluarga juga tidak ingin dilakukan autopsi dan ingin segera dimakamkan," katanya.

Simak juga video Pemuda di Cilegon Ditemukan Gantung Diri di Kontrakan:

[Gambas:Video 20detik]

(bai/sip)