GKR Bendara: Presiden Singapura Terkesan dengan Manuskrip Keraton Yogya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 06 Feb 2020 01:10 WIB
Putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, GKR Bendara (kanan), Rabu (6/2/2020).
Putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, GKR Bendara (kanan), Rabu (6/2/2020). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, GKR Bendara mengatakan sempat menunjukkan benda bersejarah milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kepada Presiden Singapura, HE Halimah Yacob. Halimah terkesan dengan manuskrip milik Keraton Yogyakarta.

"Kami tadi pameran kecil, di situ kami menjelaskan dan menunjukkan manuskrip kami, terus ada wayang juga, ada juga keris yang kami pertunjukkan," kata Bendara saat ditemui wartawan di depan Regol Keben, kompleks Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kota Yogyakarta, Rabu (5/2/2020).

"Dan juga manuskrip dari tahun 1855. Jadi kami pertunjukkan heritage (warisan sejarah) yang kami punya di Keraton (kepada Halimah)," sambung Bendara.

Bendara mengatakan orang nomor satu di Singapura itu terkesan dengan sejarah Keraton Yogyakarta.

"Mereka terkesan sekali, karena bagaimanapun juga Singapura punya histori yang lumayan kental dengan Yogyakarta sendiri, karena mereka dengan Raffles (Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Hindia Timur), historinya adalah dengan Raffles," katanya.

"Jadi di situ tadi saya sudah ceritakan bagaimana kami punya 300 manuskrip, tetapi kebanyakan dari Hamengku Buwono III ke bawah. Jadi pada saat Hamengku Buwono II, Raffles datang dan membawa banyak sekali manuskrip, dan akhirnya tersebar ke seluruh dunia. Nah itu juga yang menjadi point of view dari mereka," sambung Bendara.

Presiden Singapura Halimah Terkesan dengan Manuskrip Keraton YogyaPresiden Singapura HE Halimah Yacob meninggalkan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Rabu (5/2/2020). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Selanjutnya, kata Bendara menambahkan, bahwa Halimah dan rombongan membicarakan bahwa tahun lalu mereka sempat menggelar pameran di Asian Civilization tentang mengenang 100 tahun Raffles. Mereka mempertanyakan mengapa Keraton Yogyakarta tidak ikut serta dalam pameran tersebut.

"Kami bilang bahwa kami juga sempat ditawari untuk pameran bersama di acara tersebut. Tapi saat itu kami sedang merenovasi lukisan yang mereka inginkan untuk dipamerkan di sana," ujarnya.

"Jadi tadi juga ketemu dengan Ministry of Culture (Menteri Kebudayaan Singapura) yang juga menjelaskan, 'oke, lain kali kita kerja sama antarmuseum', dan saya rasa bagus," imbuh Bendara.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Singapura, HE Halimah Yacob berkunjung ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Halimah melakukan pertemuan tertutup dengan Raja sekaligus Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

Kunjungan tersebut adalah kunjungan pertama Halimah ke Yogyakarta semenjak menjadi Presiden Singapura. Selain mengunjungi Keraton, Halimah juga akan mengunjungi UGM, Kamis (6/2).

(rih/rih)