Antisipasi Corona, Bandara Solo Waspadai Penerbangan dari Malaysia dan Bali

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 16:37 WIB
kondisi bandara adi soemarmo solo setelah dhani dan neno batal hadir
Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

"Sudah lama alat itu terpasang, thermal scanner. Dari awal sudah terpasang. Memang diwajibkan kita punya thermal scanner," ujar dia.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang, Ariyanti menambahkan pihaknya telah meningkatkan pengawasan setiap penumpang, khususnya yang datang dari luar negeri, terutama dari negara terjangkit.

Pengawasan yang dilakukan, pertama yakni melakukan screening suhu tubuh setiap penumpang menggunakan alat thermal scanner. Jika ditemukan penumpang yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat celsius, maka akan dilakukan pemeriksaan, observasi dan tata laksana selanjutnya.

"Apakah itu menjadi suspect atau hanya dilakukan observasi dan bisa keluar. Untuk yang ada indikasi suspect, maka akan kita rujuk ke RSUD Moewardi, Solo yang telah disiapkan untuk rujukan penyakit menular. Jadi disitu ada ruang isolasi. Tapi harapan kita tidak ada yang akan kita rujuk ke sana," kata Ariyanti.

Kemudian, pengawasan kedua yakni dengan memberikan kartu kewaspadaan kesehatan kepada setiap penumpang. Kartu tersebut harus diisi penumpang untuk mengetahui riwayat perjalannya.

"Dari negara terjangkit atau tidak, riwayat kontaknya ada atau tidak. Kemudian menunjukkan gejala-gejala Corona Virus atau tidak. Sehingga bila penumpang tersebut mengalami gejala-gejala tersebut ataupun sakit, dengan membawa kartu kesehatan, maka dokter pemeriksa dapat melakukan tata laksana sesuai dengan penyakit tersebut," terangnya.

Tak hanya itu, KKP juga melakukan disinfeksi terhadap pesawat dari luar negeri, khususnya dari negara terjangkit. Dilakukan sterilisasi bagian dalam pesawat yakni pada kabin dan bagian-bagian yang diduga bisa terpapar.

"Ini untuk memastikan bahwa alat angkut tersebut sudah steril," pungkasnya.

Halaman

(sip/sip)