Ini Rekam Jejak 'Raja' Keraton Agung Sejagat Saat Beraksi di Yogya

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 08:12 WIB
Toto Santoso (Foto: istimewa)

Eks Kapolres Sleman ini menyebut apa yang dijanjikan oleh Jogja DEC kepada pengikutnya memang tidak masuk akal. Saat itu, masyarakat resah dengan kemunculan Jogja DEC sehingga organisasi itu dibubarkan.

"Saya belum bisa mengatakan begitu (penipuan) ya, karena sampai sejauh ini kita belum pernah menangani kasusnya. Tapi bisa jadi iya (mengarah ke dugaan penipuan), karena kalau dilihat kan nggak masuk akal apa yang ditawarkan," jelas Burhan.

"Cuma waktu itu ada informasi (mengenai Jogja DEC), terus karena meresahkan masyarakat dibubarkan," lanjutnya.


Ketua RW 30 Dusun Bakalan, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Suwarji, mengatakan bahwa sekretariat Jogja DEC dulunya berada di kampungnya.

Sekretariatnya berada di gedung pertemuan warga yang bisanya dipinjam untuk kegiatan Jogja DEC.

"Dulu sentralnya di sini. Sekarang masih ada pertemuan, tapi sudah jarang," ujar Suwarji saat ditemui detikcom di rumahnya.

Menurut Suwarji, dulunya banyak warganya yang bergabung dengan Jogja DEC karena dijanjikan uang.


Berdasarkan informasi yang diperolehnya, setiap anggota Jogja DEC dijanjikan uang minimal Rp 30 juta per bulan. Gaji itu bisa lebih besar, tergantung pangkat anggota Jogja DEC di perkumpulan.

"Tapi saya tidak terlalu mengikuti dan tidak percaya lah. Bagi saya mustahil, karena tidak kerja kok dapat uang sampai katanya bermiliar-miliar," sebutnya.
selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3